PetroChina Dorong UMKM Jambi Naik Kelas Lewat Rumah Anyaman Pandan
SKK Migas bersama PetroChina International Jabung Ltd memperkuat sektor UMKM di Kabupaten Tanjung Jabung Timur melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM). Langkah ini bertujuan meningkatkan kapasitas produksi dan akses pasar bagi pelaku usaha lokal di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Dukungan tersebut menyasar KUB Radesta, sebuah kelompok perajin anyaman pandan yang berlokasi di Kelurahan Rano, Kecamatan Muara Sabak Barat. Kini kelompok usaha tersebut mengelola rumah produksi baru yang lebih modern dan fungsional.
Ketua KUB Radesta 'Rano Desa Tercinta', Lindawati, mengatakan perubahan fasilitas usaha membawa dampak langsung terhadap perkembangan kelompok usaha yang telah berdiri sejak 2004 itu.
“Kami sangat bersyukur sekali, karena bangunan usaha kami ini yang sebelumnya semi permanen berbahan papan yang sudah rapuh dan kurang menarik, sekarang setelah dibantu oleh PetroChina dengan bangunan baru berbahan keseluruhan beton,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (12/5).
Fasilitas baru berukuran 6x8 meter ini dilengkapi dengan pintu kaca model rolling door serta area khusus penjemuran bahan baku. Desain bangunan dibuat lebih menarik untuk meningkatkan daya tarik visual bagi konsumen yang berkunjung ke galeri.
Letak bangunan di jalur strategis antara Muara Sabak dan Kuala Jambi menjadi keunggulan tersendiri dalam memperluas jangkauan pemasaran. Aksesibilitas yang baik memudahkan masyarakat untuk melihat langsung proses pembuatan kerajinan pandan berkualitas.
"Bantuan tersebut sangat membantu meningkatkan produktivitas dan memperluas jangkauan pasar produk kerajinan kami ke depannya," kata Linda menjelaskan dampak dukungan peralatan kerja yang diterima.
Sebelumnya, PetroChina juga telah menyalurkan bantuan berupa peralatan kerja serta empat unit etalase pajangan untuk mendukung operasional. Sarana ini digunakan untuk menampilkan berbagai produk unggulan hasil karya anggota kelompok secara lebih profesional.
KUB Radesta yang berdiri sejak 2004 kini membina 10 anggota aktif dari masyarakat sekitar. Produk yang dihasilkan meliputi berbagai jenis tas, tikar, hingga suvenir khas daerah berbahan dasar daun pandan.
Keterbatasan fasilitas fisik sebelumnya menjadi kendala utama bagi kelompok ini dalam mempromosikan produk mereka secara luas. Bangunan kayu yang lama dinilai kurang mampu memberikan kesan menarik terhadap kualitas kerajinan tradisional tersebut.
Perubahan fasilitas ini secara perlahan mulai berdampak positif pada tingkat kunjungan masyarakat ke lokasi produksi. Identitas visual yang lebih segar membantu produk lokal ini lebih dikenal oleh wisatawan maupun warga lokal yang melintas.
Selain mengandalkan penjualan fisik di galeri baru, KUB Radesta mulai mengoptimalkan platform digital untuk pemasaran produk. Penggunaan media sosial diharapkan dapat menjangkau basis pelanggan yang lebih luas hingga ke luar wilayah Jambi.
Dukungan berkelanjutan ini diharapkan mampu menjaga kelestarian tradisi anyaman pandan sebagai identitas budaya lokal Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi anggota kelompok secara mandiri.
(rir)