Purbaya di Depan Dubes-Pengusaha Asing: Bisnis di RI Kini Makin Mudah
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memamerkan upaya pemerintah dalam mempermudah iklim investasi dan kegiatan usaha di hadapan puluhan duta besar serta pelaku bisnis global.
Hal itu disampaikan Purbaya dalam International Seminar on Debottlenecking Channel di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (12/5).
Seminar tersebut dihadiri 61 duta besar dan perwakilan berbagai negara, serta organisasi dan asosiasi bisnis global.
Purbaya mengatakan pemerintah kini mengandalkan Satgas Debottlenecking untuk mempercepat penyelesaian berbagai hambatan investasi dan perizinan usaha di Indonesia.
"Melalui mekanisme ini, kami memastikan adanya proses yang efektif dan efisien dalam menindaklanjuti permasalahan perizinan serta kelancaran proses investasi dan kegiatan usaha di Indonesia," ujar Purbaya dalam sambutannya.
Ia mengungkapkan, hingga saat ini Satgas Debottlenecking menerima 142 pengaduan terkait persoalan bisnis dan investasi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 83 kasus telah dibahas dalam sidang mingguan yang terbuka untuk publik dan 45 kasus di antaranya telah diselesaikan.
"Setiap minggu, kami menyelesaikan satu hingga empat kasus, dan sejauh ini prosesnya berjalan dengan baik. Kami mampu dengan cepat menghilangkan berbagai hambatan (bottleneck)," ujarnya.
Purbaya optimistis iklim investasi Indonesia akan semakin membaik dalam setahun ke depan seiring percepatan penyelesaian berbagai kendala usaha tersebut.
"Saya meyakini bahwa dalam satu tahun ke depan, iklim usaha di Indonesia akan jauh lebih baik dibandingkan saat ini," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga meminta para duta besar dan pelaku usaha asing untuk melaporkan langsung apabila menemukan hambatan investasi di Indonesia.
"Oleh karena itu, kepada para duta besar dan pelaku usaha yang hadir dalam pertemuan ini, apabila Anda menghadapi kendala dalam menjalankan usaha di Indonesia, mohon untuk menyampaikannya kepada kami," ujar Purbaya.
Ia memastikan pemerintah akan menindaklanjuti setiap hambatan investasi yang dilaporkan, baik melalui satu kali sidang maupun beberapa tahapan pembahasan.
"Kami akan memastikan bahwa hambatan tersebut diselesaikan secepat mungkin, baik dalam satu kali sidang maupun lebih, namun kami pastikan akan terselesaikan," ujarnya.
Purbaya menegaskan perbaikan iklim investasi menjadi perhatian utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029.
Menurut dia, kontribusi sektor swasta menjadi kunci utama pertumbuhan ekonomi karena kapasitas belanja negara hanya menyumbang sekitar 10 persen terhadap perekonomian nasional.
"Untuk itu, saya mengajak para investor dari seluruh dunia untuk berinvestasi dengan penuh keyakinan di Indonesia, negara yang penuh potensi dan menjanjikan," pungkas Purbaya.
(lau/sfr)