Zulhas Telepon Bos BGN Minta Penyerapan Telur MBG Ditambah

CNN Indonesia
Rabu, 13 Mei 2026 14:34 WIB
Zulhas langsung menelepon Dadan untuk meminta tambahan penyerapan telur lewat program MBG pada saat melakukan kunjungan di Pasar Palmerah, Rabu (13/5). (FOTO:CNN Indonesia/Dela Naufalia).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan alias Zulhas meminta Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana agar penyerapan telur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) ditambah di tengah anjloknya harga telur di tingkat peternak.

Langkah itu dilakukan setelah pemerintah mencatat harga telur di kandang turun hingga sekitar Rp20 ribu-Rp22.500 per kilogram (kg), sementara harga pakan ternak masih tinggi akibat kenaikan harga jagung.

"Kemudian harganya ini agar bisa sesuai HET telur, kita minta BGN, ini lagi saya mau telepon BGN. Karena kalau BGN dua hari aja pakai telur, itu berarti kan 48 juta (butir), satu kali belanja itu," kata Zulhas dalam konferensi pers di Pasar Palmerah, Jakarta Pusat, Rabu (13/5).

Dalam kesempatan itu, Zulhas langsung menelepon Dadan untuk meminta tambahan penyerapan telur lewat program MBG.

"Ini harga telur di bawah HET. Ada permohonan dari para peternak petelur. BGN beberapa hari ini pakai telur dulu Pak, agar bisa sesuai HET," ujar Zulhas kepada Dadan melalui sambungan telepon.

Permintaan itu langsung direspons Dadan yang menyatakan siap mendorong penggunaan telur dalam menu MBG.

"Iya, didorong," jawab Dadan.

Zulhas mengatakan tambahan penyerapan telur dibutuhkan agar harga di tingkat peternak tidak terus jatuh. Menurut dia, pemerintah harus menjaga keseimbangan antara kepentingan konsumen dan keberlangsungan usaha peternak.

"HET itu konsumen enggak terlalu berat, tapi peternaknya enggak tutup. Tapi kalau terlalu murah peternaknya tutup, ya tentu konsumen senang, harganya murah," katanya.

Ia menjelaskan saat ini harga telur di pasar konsumen sebenarnya masih relatif terkendali, yakni sekitar Rp27 ribu per kg. Namun, harga di tingkat peternak sudah turun jauh di bawah harga acuan.

"Harga di peternak itu biasanya kan mereka terima Rp23 ribu per kg, sekarang terimanya ada yang Rp20 ribu per kg," ujar Zulhas.

Di sisi lain, peternak juga menghadapi kenaikan harga pakan karena harga jagung masih tinggi. Untuk menekan biaya produksi, Zulhas mengaku telah meminta Bulog segera melepas cadangan jagung pemerintah ke sentra-sentra peternak dengan harga subsidi.

"Saya sudah telepon Dirut Bulog (Ahmad Rizal Ramdhani) agar segera dilepas cadangan jagungnya Bulog, ratusan ribu tonnya ya. Dengan harga subsidi, ke sentra-sentra peternak petelur," katanya.

Zulhas juga mengakui penyerapan telur dalam program MBG saat ini belum maksimal karena menu makanan di sekolah dibuat bergantian dan menyesuaikan pilihan masing-masing daerah maupun satuan pendidikan.

Menurut dia, menu MBG tidak hanya menggunakan telur, tetapi juga memakai bahan pangan lain seperti ikan lele, ayam, hingga daging. Ia mengatakan sekolah-sekolah kini dapat menentukan menu MBG sesuai kebutuhan masing-masing.

"Ada macam-macam. Sekolah-sekolah kan sekarang bisa mesen menu," lanjutnya.

Meski demikian, pemerintah mengusulkan penggunaan telur ditambah sementara waktu menjadi dua kali dalam sepekan untuk membantu menstabilkan harga telur di tingkat peternak.

"Tapi kalau ada stabilisasi (harga) begini, kita usul seminggu ini dua (kali pemakaian telur). Kalau seminggu ini dua, minggu depan udah," katanya.

Sebelumnya, pemerintah mencatat harga telur ayam ras di pasar konsumen masih berada di kisaran Rp27 ribu per kg atau sesuai acuan pemerintah. Namun, harga telur di tingkat peternak turun hingga sekitar Rp22.500 per kg, di bawah harga acuan pembelian produsen sebesar Rp26.500 per kg.

(del/ins)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK