Dihantui El Nino, Amran Klaim Stok Pangan RI Cukup hingga Maret 2027

CNN Indonesia
Kamis, 14 Mei 2026 10:55 WIB
Amran mengklaim Indonesia berada dalam posisi aman untuk menghadapi ancaman El Nino Godzilla. (FOTO:CNN Indonesia/ Farid).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pasokan cadangan pangan Indonesia masih sanggup memenuhi kebutuhan Tanah Air hingga Maret 2027. 

Hal itu disampaikan Amran usai kunjungan ke Gudang Penyangga Bulog di kawasan Kompleks Bumi Maspion, Surabaya, Rabu (13/5). Peninjauan itu dilakukan bersama Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani dan jajaran lainnya.

Mentan memaparkan data pertumbuhan ekonomi di sektor agraria mengalami lonjakan dalam beberapa tahun terakhir. Ini termasuk Produk Domestik Bruto (PDB) sektor pertanian yang meningkat dari 0,67 persen menjadi 5,7 persen sepanjang periode Kabinet Merah Putih. Capaian ini diklaim yang tertinggi dalam 25 tahun terakhir.

"Sekarang itu naik 5,7 persen, tertinggi selama 25 tahun dan mungkin tertinggi sepanjang sejarah," ujarnya.

Lewat capaian tersebut, Amran mengklaim Indonesia berada dalam posisi aman untuk menghadapi ancaman El Nino Godzilla.

Ia menambahkan, pemerintah telah melakukan langkah preventif sejak dini dengan memperbaiki infrastruktur produksi, mulai dari pengairan serta penyediaan bibit unggul yang memiliki ketahanan tinggi terhadap kondisi kekeringan.

"Dulu El Nino 2015 kita siapkan infrastruktur, kemudian 2023-2024 El Nino. Alhamdulillah justru 2025 karena infrastruktur kita perbaiki dengan cepat, sarana produksi kita perbaiki kualitasnya seperti benih, bibit, benih unggul yang tahan kekeringan," ujar Amran.

Berdasarkan kalkulasi Kementerian Pertanian, proyeksi total stok pangan yang tersebar di berbagai sektor mencapai angka 28 juta ton. Jumlah tersebut mencakup cadangan fisik yang ada, tanaman yang sedang dalam masa pertumbuhan (standing crop), hingga stok yang tersedia di sektor perhotelan, restoran, dan rumah tangga.

"Sekarang stok kita 5,3 juta ton. Standing crop kita 11 juta ton, kemudian di Horeka (hotel, restoran, dan kafe), hotel, rumah-rumah itu 12 juta ton. Totalnya 28 juta ton. Itu bertahan 11 bulan," bebernya.

Amran menegaskan dengan pasokan yang tersedia saat ini, maka kekuatan pangan RI cukup hingga 11 bulan ke depan. Khususnya setelah panen standing crop.

"Jadi sampai Maret tahun depan cukup stok kita sekarang," jelasnya.

Amran kemudian membandingkan proyeksi kemampuan pangan Indonesia untuk 11 bulan dengan prediksi durasi El Nino Godzilla yang diperkirakan berlangsung selama enam bulan.

Dengan kalkulasi itu, Ia meyakini persiapan matang di sektor kebijakan dan produksi hingga gejolak pangan akibat El Nino Godzilla dapat diredam tanpa mengganggu stabilitas nasional.

"El Nino Godzilla yang diprediksi (6 bulan) mudah-mudahan tidak benar. Sedangkan kekuatan kita 11 bulan," ungkapnya.

Ia juga menghitung kembali, apabila selama El Nino produksi minimal 2 juta ton, maka dalam waktu 6 bulan butuh pasokan sekitar 12 juta ton. 

"Artinya apa? Bisa sampai Juli, Agustus. Enggak ada masalah kan? Karena kita sudah persiapkan sejak awal," tandasnya.

Sebelumnya, Amran pamerkan pasokan beras nasional Indonesia mencapai 5,3 juta ton. Angka tersebut diklaim sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

"Alhamdulillah hari ini kita mencapai stok tertinggi dalam sejarah yaitu 5,3 juta ton. Mudah-mudahan bulan depan bisa mencapai atau akhir bulan 5,5 juta ton. Ini tertinggi selama Republik ini merdeka," kata Amran.

(frd/ins)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK