VinFast Vietnam Restrukturisasi Demi Capai Profitabilitas Lebih Cepat

VinFast | CNN Indonesia
Rabu, 13 Mei 2026 21:26 WIB
Ilustrasi. (Foto: Arsip VinFast)
Jakarta, CNN Indonesia --

Di tengah tekanan industri otomotif global dan volatilitas pasar modal, VinFast mengambil langkah restrukturisasi untuk mempercepat efisiensi bisnis dan memperkuat jalan menuju profitabilitas. Perusahaan kendaraan listrik asal Vietnam itu menilai model operasional yang lebih ringan aset menjadi strategi yang relevan di tengah kebutuhan investasi teknologi yang terus meningkat.

Restrukturisasi tersebut dilakukan dengan memisahkan aset manufaktur VinFast di Vietnam ke entitas baru bernama VFTP (VinFast Trading and Production JSC). Entitas itu akan menangani aktivitas produksi, termasuk pengoperasian pabrik di Hai Phong dan Ha Tinh.

VFTP nantinya dialihkan kepada kelompok investor yang dipimpin Future Investment and Development Research JSC dengan partisipasi pendiri VinFast, Pham Nhat Vuong. Nilai transaksi tersebut mencapai sekitar VND13,3 triliun atau setara sekitar US$530 juta.

Melalui skema baru ini, VinFast Vietnam atau VFVN akan lebih fokus pada bisnis bernilai tinggi seperti riset dan pengembangan, teknologi, rekayasa produk, pemasaran, penjualan, hingga layanan pelanggan. Sementara itu, aktivitas manufaktur dipusatkan di bawah VFTP sebagai entitas produksi khusus.

Wakil CEO VinFast, Thai Thi Thanh Hai, menegaskan restrukturisasi ini tidak mengubah operasional utama perusahaan secara keseluruhan. 

“VinFast akan tetap mempertahankan operasional manufaktur globalnya, sementara di Vietnam, Future akan memproduksi kendaraan berdasarkan kontrak untuk VinFast,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (13/5).

Menurut dia, aktivitas bisnis di luar cakupan transaksi tetap berjalan seperti biasa di bawah VinFast. Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari penyesuaian operasional agar perusahaan lebih fleksibel dalam mengelola pertumbuhan jangka panjang.

Model asset-light yang kini diterapkan VinFast juga menjadi tren di berbagai industri global. Dalam pendekatan ini, perusahaan mengurangi kepemilikan langsung terhadap aset manufaktur dan lebih fokus pada pengembangan teknologi, produk, perangkat lunak, hingga pengalaman pelanggan.

Strategi tersebut dinilai penting bagi industri kendaraan listrik yang membutuhkan investasi besar pada teknologi baterai, sistem otonom, ekosistem pengisian daya, dan ekspansi pasar internasional. Dengan struktur yang lebih efisien, perusahaan dapat mengalokasikan modal secara lebih terarah.

VinFast menilai pemisahan manufaktur memungkinkan perusahaan fokus pada pengembangan teknologi dan penguatan merek tanpa menanggung seluruh beban aset produksi domestik. Di sisi lain, VFTP dapat meningkatkan fleksibilitas produksi dan membuka peluang kerja sama manufaktur dengan pihak lain di masa mendatang.

Kepala Institutional Business VNDirect Securities Corp, Quynh Cao, menyebut langkah tersebut sebagai pendekatan yang realistis untuk menjaga keberlanjutan bisnis perusahaan. Menurutnya, restrukturisasi ini juga dapat memperkuat posisi Vietnam dalam rantai pasok kendaraan listrik kawasan.

“Transaksi ini secara efektif menciptakan perusahaan manufaktur kontrak independen yang dapat membuka peluang bagi merek EV lain atau pelaku mobilitas untuk memanfaatkan Vietnam sebagai basis produksi,” kata dia.

Dalam restrukturisasi tersebut, VFTP juga akan menanggung liabilitas sekitar VND182 triliun atau sekitar US$7,3 miliar yang terkait dengan aktivitas manufaktur. Dengan demikian, beban keuangan VFVN diperkirakan akan jauh berkurang setelah transaksi selesai.

Perbaikan struktur keuangan itu dinilai menjadi faktor penting dalam mempercepat target profitabilitas VinFast. Perusahaan diproyeksikan mulai mencetak keuntungan pada 2027 dan terus memperkuat keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang.

Di samping aspek keuangan, restrukturisasi ini disebut tidak memengaruhi kualitas produk maupun layanan kepada konsumen. Produksi kendaraan tetap berjalan sesuai standar VinFast dengan pengawasan kualitas yang tetap dilakukan perusahaan.

VinFast juga memastikan layanan penjualan, garansi, purna jual, dan dukungan pelanggan tetap berjalan normal. Perusahaan bahkan menargetkan peningkatan layanan seiring penguatan fokus bisnis dan efisiensi operasional.

Langkah restrukturisasi ini sekaligus menandai perubahan arah VinFast dari model manufaktur terintegrasi menuju perusahaan teknologi dan mobilitas kendaraan listrik yang lebih adaptif.

(rir)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK