BEI soal IHSG Rontok: Koreksi Masih Sejalan dengan Pasar Global

CNN Indonesia
Senin, 18 Mei 2026 19:52 WIB
BEI menilai koreksi pasar saham domestik masih sejalan dengan pelemahan yang terjadi di mayoritas bursa Asia selama libur akhir pekan panjang di Indonesia. Ilustrasi. (Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai koreksi pasar saham domestik masih sejalan dengan pelemahan yang terjadi di mayoritas bursa Asia selama libur akhir panjang di Indonesia.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Jeffrey Hendrik mengatakan koreksi IHSG dipengaruhi tingginya ketidakpastian global dan tekanan yang juga terjadi di pasar regional.

"Tentu kalau kita cermati memang ketidakpastian di pasar kita masih cukup tinggi, tetapi kita juga melihat bahwa hari Kamis (14/5) dan Jumat (15/5) pasar kita libur," ujar Jeffrey di Gedung BEI, Jakarta, Senin (18/5).

Menurutnya, selama pasar Indonesia libur, bursa global khususnya Asia mengalami koreksi yang cukup dalam.

"Kalau kita akumulasikan koreksi dua hari di pasar global Asia ditambah sedikit koreksi tambahan hari ini di pasar global, itu sama dengan koreksi yang kita alami hari ini. Jadi, saya rasa masih inline dengan global market," terangnya.

Ia menambahkan sumber ketidakpastian global saat ini cukup beragam, mulai dari fluktuasi harga komoditas dan nilai tukar hingga ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan Rusia.

Karena itu, Jeffrey mengimbau investor tetap tenang dan mengedepankan analisis fundamental di tengah volatilitas pasar.

"Investor harus tetap memperhatikan fundamental, menganalisis secara cermat, dan mengatur strategi investasi sesuai dengan profil risiko masing-masing karena kondisi pasar sangat dinamis dan ketidakpastiannya masih cukup tinggi," ujarnya.

Di tengah tekanan pasar, BEI juga optimistis investor asing akan kembali masuk ke pasar modal Indonesia setelah reformasi pasar modal yang saat ini dijalankan mulai menunjukkan hasil.

Jeffrey mengatakan langkah reformasi tersebut ditujukan untuk memperbaiki transparansi dan tata kelola pasar dalam jangka panjang.

"Tentu kita melakukan upaya terbaik agar investor asing akan terus masuk dan untuk jangka panjang tetap stay dan berpartisipasi di pasar kita," katanya.

Ia mengakui reformasi pasar modal membawa konsekuensi jangka pendek, termasuk potensi keluarnya dana asing dari sejumlah saham yang masuk kategori high shareholding concentration (HSC) dan dikeluarkan dari indeks global seperti MSCI maupun FTSE.

Namun, menurut Jeffrey, kondisi tersebut telah diantisipasi pasar sejak awal.

"Itu sesuatu yang sudah diantisipasi oleh pasar. Ini adalah konsekuensi jangka pendek yang memang harus diterima. Tetapi ini adalah upaya kita untuk memperbaiki pasar kita untuk jangka panjang," ujarnya.

Jeffrey optimistis reformasi yang dilakukan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan self-regulatory organization (SRO) akan meningkatkan kepercayaan investor asing terhadap pasar modal domestik.

"Kita harapkan inflow yang akan jauh lebih besar dari investor asing setelah melihat bahwa pasar Indonesia sudah menjadi pasar yang lebih transparan dengan tata kelola yang lebih baik," katanya.

Pada perdagangan hari ini, IHSG ditutup melemah 1,85 persen ke level 6.599. Indeks saham melemah 124,07 poin atau minus 1,85 persen dibanding perdagangan sebelumnya.

Mengutip RTI Infokom, investor membukukan transaksi sebesar Rp20,71 triliun dengan volume perdagangan mencapai 31,99 miliar saham.

Sebanyak 125 saham menguat, 616 saham melemah, dan 79 saham stagnan pada penutupan perdagangan.

Seluruh sektor indeks tercatat berada di zona merah, dipimpin sektor transportasi yang anjlok 5,58 persen.

(lau/sfr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK