Amran Jawab Kekhawatiran Harga Tempe-Tahu Naik Gegara Rupiah Melemah

CNN Indonesia
Selasa, 19 Mei 2026 19:31 WIB
Amran sebut dampak penguatan dolar akan terasa di sejumlah komoditas impor seperti kedelai dan bawang putih, tetapi efek positif ke sektor pertanian besar.
Amran sebut dampak penguatan dolar akan terasa di sejumlah komoditas impor seperti kedelai dan bawang putih, tetapi efek positif ke sektor pertanian besar. (FOTO:CNN Indonesia/ Dela Naufalia).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman sebut harga tempe dan tahu berpotensi terdampak penguatan dolar AS, lantaran ongkos impor kedelai yang lebih tinggi. Namun, itu bisa ditekan dengan upaya menindak mafia pangan agar potensi kenaikan harga pangan, khususnya tahu dan tempe tak melambung khususnya saat rupiah sudah tembus Rp17.700 per dolar AS.

Menurut Amran, dampak penguatan dolar akan terasa pada sejumlah komoditas impor seperti kedelai dan bawang putih, tetapi efek positif terhadap sektor pertanian nasional disebut lebih besar.

Amran mengatakan pelemahan rupiah akan berdampak pada peningkatan nilai ekspor komoditas pertanian Indonesia. Ia menilai kondisi itu justru menguntungkan petani di daerah karena harga komoditas ekspor ikut terdongkrak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dampaknya ada, katakanlah bawang putih ada pengaruhnya. Tetapi berapa komoditas pertanian kita diekspor. Bahkan sebagian orang perkebunan pernah bertanya ke saya, 'kapan (lagi) krisis?' karena nilai (ekspor)-nya naik," kata Amran dalam konferensi pers di kediamannya, Selasa (19/5).

Ia menjelaskan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor pertanian naik hingga Rp166 triliun, sementara impor turun Rp41 triliun. Menurut dia, kondisi tersebut beriringan dengan meningkatnya kesejahteraan petani dan pertumbuhan sektor pertanian nasional.

Amran menyebut pemerintah melihat persoalan nilai tukar rupiah secara menyeluruh, bukan hanya dari sisi kenaikan harga komoditas impor tertentu. Ia juga mengaitkan pernyataannya dengan komentar Presiden Prabowo Subianto sebelumnya soal dampak dolar terhadap masyarakat desa.

[Gambas:Youtube]

"Itulah yang dimaksud Bapak Presiden (Prabowo Subianto) bahwa ada dampaknya, iya. Tetapi dampak positifnya di desa, khususnya petani, jauh lebih tinggi," ujarnya.

Kendati, Bos Badan Pangan Nasional (Bapanas) itu mengakui pelemahan rupiah tetap bisa memengaruhi harga kedelai impor yang menjadi bahan baku tahu dan tempe. Indonesia saat ini masih mengimpor sekitar 2,4 juta ton kedelai setiap tahun.

Namun, ia menilai kontribusi kedelai terhadap total konsumsi pangan masyarakat relatif kecil sehingga dampaknya terhadap pengeluaran rumah tangga tidak terlalu besar.

"Ya pasti berpengaruh (pelemahan rupiah ke harga kedelai impor), tetapi ini ada subsidi silang karena kecil porsinya. Kalau makan itu yang paling besar porsinya apa? Kedelai tempe mungkin 1 persen atau 2 persen," katanya.

Amran menegaskan pemerintah telah memanggil para importir kedelai untuk menahan kenaikan harga agar tidak memberatkan masyarakat. Ia memperingatkan izin importir bisa dicabut apabila terbukti mengambil keuntungan berlebihan di tengah pelemahan rupiah.

"Kami sudah beri tahu semua importir, tolong jangan semena-mena mengambil keuntungan. Kalau dia melakukan semena-mena, izinnya saya cabut," ujar Amran.

Menurut dia, pemerintah berupaya menjaga agar harga kedelai tidak melonjak terlalu tinggi, sementara komoditas ekspor pertanian terus didorong agar memberi keuntungan lebih besar bagi petani domestik.

Selain itu, Amran menilai sejumlah kebijakan pemerintah seperti subsidi BBM dan penurunan harga pupuk turut membantu menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan kurs dolar AS.

Ia juga menyinggung masih adanya praktik mafia pangan yang dinilai memperkeruh kondisi harga di pasar. Karena itu, Kementan bersama Satgas Pangan Polri disebut terus melakukan pengawasan terhadap distribusi dan perdagangan pangan di dalam negeri.

"Bikin susah itu banyak mafia dan banyak pendukungnya. Minyak goreng saja naik padahal kita ekspor. Makanya (bersama) Satgas kami tindak," katanya.

(del/ins) Add as a preferred
source on Google