Purbaya ke Kantor Airlangga, Bahas Badan Ekspor Baru?

CNN Indonesia
Kamis, 21 Mei 2026 12:48 WIB
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa tiba di Istana
Purbaya menyambangi kantor Menko Perekonomian Airlangga Hartarto di tengah pembahasan pembentukan badan ekspor SDA yang diumumkan Presiden Prabowo. (Foto: CNN Indonesia/Lidya Julita Sembiring)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyambangi kantor Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada Kamis (21/5) di tengah pembahasan pembentukan badan khusus ekspor sumber daya alam (SDA) yang diumumkan Presiden Prabowo Subianto.

Pantauan CNNIndonesia.com, Purbaya terlihat keluar dari kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada pukul 11.22 WIB. Berdasarkan agenda yang beredar, Purbaya menghadiri rapat koordinasi sektor SDA di kantor Kemenko Perekonomian.

Menurut Purbaya, pelaku pasar saat ini kemungkinan masih menunggu kejelasan dampak dari kebijakan pembentukan badan ekspor SDA tersebut. Ia menilai kondisi ketidakpastian biasanya membuat investor memilih melepas saham terlebih dahulu sebelum memahami arah kebijakan secara utuh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mungkin mereka belum tahu dampak sebenarnya seperti apa. Kan kalau ada ketidakpastian, biasanya takut jual dulu," kata Purbaya saat ditemui usai rapat tersebut.

Namun, ia menilai kondisi itu hanya bersifat sementara. Menurutnya, setelah mekanisme kebijakan dipahami lebih rinci, perusahaan-perusahaan justru bisa memperoleh keuntungan lebih besar.

"Tapi kalau mereka nanti mengerti dampak yang sebetulnya seperti apa, harganya akan naik," ujarnya.

Purbaya menjelaskan salah satu tujuan pembentukan badan ekspor SDA adalah menutup celah praktik under invoicing atau pelaporan nilai ekspor lebih rendah dari nilai sebenarnya.

"Karena gini, nanti under-invoicing kan akan tertutup dengan adanya badan ekspor itu," katanya.

Sang Bendahara Negara menyebut selama ini sebagian keuntungan dari transaksi ekspor bisa mengalir ke perusahaan pemilik di luar negeri dan tidak seluruhnya tercermin dalam laporan keuangan emiten di pasar modal.

"Sekarang bisa harusnya terefleksi langsung di penjualan mereka yang murni. Jadi perusahaannya juga akan untung," ujar Purbaya.

Menurut dia, kondisi itu berpotensi meningkatkan valuasi perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.

"Jadi harusnya bisa double untungnya yang listed di bursa yang dilaporkan ya. Jadi harusnya ini akan meningkatkan valuasi dari perusahaan-perusahaan yang di bursa. Pasti pelan-pelan akan naik secara signifikan," katanya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo mewajibkan ekspor sejumlah komoditas SDA strategis dilakukan melalui BUMN yang ditunjuk pemerintah sebagai eksportir tunggal. Kebijakan itu tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas SDA.

Komoditas yang masuk tahap awal kebijakan antara lain kelapa sawit, batu bara, dan paduan besi atau ferro alloy. Pemerintah menyebut langkah itu ditujukan untuk memperkuat pengawasan ekspor sekaligus menekan praktik transfer pricing, under invoicing, dan pelarian devisa hasil ekspor.

Prabowo mengatakan implementasi kebijakan dilakukan bertahap mulai 1 Juni hingga 31 Agustus 2026. Pada masa transisi tersebut, eksportir mulai mengalihkan transaksi dan kontrak penjualan ke BUMN yang ditunjuk pemerintah.

[Gambas:Video CNN]

(del/pta) Add as a preferred
source on Google