Luhut Nasihati Prabowo soal Risiko Harga Minyak Usai Juli, Ada Apa?

CNN Indonesia
Kamis, 21 Mei 2026 15:32 WIB
Luhut mengungkap pihaknya telah menyampaikan simulasi risiko lonjakan harga minyak dunia hingga level US$100 per barel kepada Presiden Prabowo Subianto. (ANTARA/AKBAR NUGROHO GUMAY).
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkap pihaknya telah menyampaikan simulasi risiko lonjakan harga minyak dunia hingga menyentuh US$100 per barel kepada Presiden Prabowo Subianto.

Kajian itu disertai rekomendasi stimulus ekonomi hingga skema efisiensi subsidi energi di tengah gejolak geopolitik global.

"Tapi saya juga ingatkan kepada Presiden, kita harus melihat dengan jelas setelah Juli. Jadi, kita juga harus mempersiapkan stimulus untuk menjaga ekonomi kita," kata Luhut

Hal itu disampaikan Luhut melalui unggahan di akun Instagram pribadinya saat melakukan rangkaian pertemuan dengan investor global dan perusahaan pengelola aset di Singapura.

"Dari diskusi kami hari ini, memang ada kekhawatiran mengenai volatilitas pasar. Mulai dari fluktuasi nilai tukar, hingga arus modal akibat tingginya suku bunga dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah," tulis Luhut dalam unggahannya, Kamis (21/5).

Menurut Luhut, kekhawatiran investor utamanya berkaitan dengan tekanan global yang dapat memengaruhi pasar keuangan dan arus investasi ke negara berkembang, termasuk Indonesia.

Meski demikian, ia menegaskan fundamental ekonomi Indonesia masih kuat dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,61 persen dan inflasi yang tetap terkendali di kisaran 2,4 persen.

"Kepada mereka, saya tegaskan satu hal: fundamental ekonomi Indonesia tetap kokoh," ujarnya.

Namun, Luhut mengakui kondisi fundamental ekonomi saja tidak cukup untuk menjaga kepercayaan pasar. Menurut dia, investor juga menaruh perhatian besar terhadap aspek kepastian kebijakan dan kredibilitas pemerintah.

"Fundamental saja tidak cukup, karena pasar juga menilai aspek kepercayaan dan kepastian," kata Luhut.

Ia menekankan bahwa pemerintah berkomitmen menjaga disiplin fiskal dengan mempertahankan defisit anggaran di bawah 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

"Kredibilitas fiskal adalah aset berharga yang tidak akan kami pertaruhkan," tulisnya.

Luhut juga mengungkap DEN telah menyusun model simulasi apabila harga minyak mentah dunia melonjak hingga US$100 per barel. Simulasi tersebut sudah disampaikan langsung kepada Sang Kepala Negara beserta rekomendasi kebijakan yang perlu diambil pemerintah.

"Kami di DEN juga membuat model simulasi secara cermat jika harga minyak menyentuh US$100 per barel. Kajian ini sudah disampaikan kepada Presiden (Prabowo), lengkap dengan rekomendasi untuk memberikan stimulus ekonomi," ujarnya.

Selain stimulus ekonomi, pemerintah juga menyiapkan efisiensi anggaran melalui transformasi digital berbasis teknologi GovTech. Salah satu fokusnya adalah perubahan skema subsidi energi dari subsidi barang menjadi bantuan tunai langsung yang lebih tepat sasaran.

"Sistem inilah yang sedang kita persiapkan untuk mentransisikan subsidi energi seperti BBM dari berbasis barang menjadi bantuan tunai langsung tepat sasaran," kata Luhut.

Dalam unggahannya, Luhut turut menyinggung upaya pemerintah memperkuat pengawasan pasar modal melalui pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Ia juga menyebut pemerintah terus mematangkan ekosistem Indonesia Financial Center (IFC) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk menciptakan pusat keuangan yang kompetitif dan memiliki kepastian hukum.

"Saya memandang kepercayaan dan kepastian sama pentingnya dengan pertumbuhan ekonomi itu sendiri," tulis Luhut.

Menurut dia, meski implementasi kebijakan tidak selalu mudah, arah kebijakan ekonomi pemerintah saat ini difokuskan pada penguatan daya saing, transparansi, dan efisiensi ekonomi nasional.

(del/ins)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK