IHSG Diramal Merah Jelang Akhir Pekan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi melemah pada perdagangan Jumat (22/5).
Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG masih berada dalam tekanan setelah terkoreksi tajam dan menutup area gap yang sebelumnya terbentuk.
"Kami memperkirakan IHSG masih berpotensi melanjutkan pelemahan dengan area koreksi berikutnya di kisaran 5.899-5.999," ujar Herditya dalam riset hariannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan sentimen tersebut, Herditya memproyeksikan IHSG bergerak di rentang support 5.996, 5.899 dan resistance 6.318, 6.459 hari ini. Ia pun merekomendasikan sejumlah saham, yakni AADI, AMRT, HRTA, dan MBMA.
Sementara itu, Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova memperkirakan indeks saham masih berada dalam tekanan setelah menutup penuh gap di area 6.092-6.148 disertai sinyal bearish pada perdagangan sebelumnya.
"Jika IHSG turun di bawah 5.911, pelemahan berpotensi berlanjut menuju 5.700. Namun peluang rebound jangka pendek masih terbuka selama indeks bertahan di atas 5.967," ujar Ivan.
Dia pun memprediksi IHSG bergerak di level support 5.911, 5.673, dan 5.439 dan resistance 6.459, 6.755, dan 7.001 hari ini. Ivan pun merekomendasikan sejumlah saham, yakni ADMR, BMRI, BUMI, dan INCO.
IHSG ditutup di level 6.094 pada perdagangan Kamis (21/5) sore. Indeks saham melemah 223,56 poin atau minus 3,54 persen dari perdagangan sebelumnya.
Mengutip RTI Infokom, investor melakukan transaksi sebesar Rp18,49 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 35,77 miliar saham.
Pada penutupan kemarin, sebanyak 663 saham berdarah, hanya 88 saham menguat dan 94 stagnan.
Catatan Redaksi: Berita ini tidak dibuat untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.
(del/pta) Add
as a preferred source on Google