BPJPH-BNN Jajaki Sinergi, LP3H hingga Peran sebagai Pendamping Halal

BPJPH | CNN Indonesia
Jumat, 22 Mei 2026 13:33 WIB
(Foto: dok BPJPH)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menerima audiensi Badan Narkotika Nasional (BNN) di Kantor BPJPH, Kamis (21/05), dalam rangka menjajaki penguatan sinergi kelembagaan guna mendukung ekosistem Jaminan Produk Halal (JPH) nasional, serta pemberdayaan masyarakat pascarehabilitasi narkotika.

Dalam audiensi tersebut, BPJPH dan BNN membahas peluang kolaborasi strategis jaminan produk halal. Salah satunya dengan pendirian Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H). Selain itu, ada pula pemberdayaan para peserta rehabilitasi BNN yang telah berhasil melewati masa rehabilitasi untuk dilatih dan dioptimalkan perannya sebagai Pendamping Proses Produk Halal (P3H) sebagai pendamping pelaku UMK dalam proses sertifikasi halal.

Kepala BPJPH, Ahmad Haikal Hasan (Babe Haikal) menyampaikan bahwa penguatan ekosistem halal tidak hanya berkaitan dengan aspek layanan sertifikasi halal, tetapi juga dapat menjadi ruang pemberdayaan sosial yang produktif dan berkelanjutan.

"BPJPH membuka ruang kolaborasi bersama BNN untuk mengoptimalkan peran para penyintas pascarehabilitasi agar dapat menjadi P3H aktif. Ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama menghadirkan kebermanfaatan sekaligus membuka peluang pengabdian dan pekerjaan yang produktif bagi mereka," ujar Babe Haikal.

Babe Haikal juga mendorong BNN untuk membentuk Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H) guna mendukung penguatan layanan pendampingan sertifikasi halal di masyarakat.

"Ke depan kami mendorong agar BNN dapat membentuk LP3H sehingga proses pembinaan, pelatihan, dan penugasan para pendamping halal dari kalangan penyintas pascarehabilitasi dapat berjalan lebih terstruktur dan berkelanjutan," kata Babe Haikal.

Sebelumnya, Kepala BNN Komjen Pol Suyudi Ario Seto menyambut baik gagasan tersebut. Menurutnya, sinergi antara BPJPH dan BNN dapat menjadi langkah strategis dalam mendukung program pemberdayaan masyarakat, serta memperkuat pengawasan terhadap produk yang beredar di Indonesia.

Suyudi juga meminta agar rencana kerja sama tersebut segera ditindaklanjuti melalui penyusunan nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama (PKS) antara BPJPH dan BNN, agar implementasinya dapat segera direalisasikan.

Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan kolaborasi lintas sektor antara BPJPH dan BNN dalam mendukung terciptanya ekosistem halal yang semakin terpercaya sekaligus menghadirkan program pemberdayaan yang berdampak nyata bagi masyarakat.

Pertemuan ini dihadiri Kepala BNN Komjen Pol Suyudi Ario Seto beserta jajaran, antara lain Deputi Pemberdayaan Masyarakat Edi Swasono, Direktur Advokasi Tatiek Sufariani, Direktur Pascarehabilitasi Rose Iptriwulandhani, Direktur Intelijen Suhermanto, dan Koordinator Spripim Dwiasi Wiyatputera.

Sementara dari BPJPH, hadir Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan didampingi Sekretaris Utama BPJPH Muhammad Aqil Irham, Deputi Bidang Registrasi dan Sertifikasi Halal Mamat S. Burhanudin, Deputi Bidang Pembinaan dan Pengawasan JPH E.A Chuzaemi Abidin, serta Tenaga Ahli M Fariza Y. Irawady.

(rea/rir)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK