Bos Danantara Beber Alasan Pilih Luke Thomas Pimpin BUMN Ekspor

CNN Indonesia
Sabtu, 23 Mei 2026 16:10 WIB
CEO BPI Danantara Indonesia Rosan Roeslani membeberkan alasan penunjukan Luke Thomas Mahony sebagai Direktur PT Danantara Sumberdaya Indonesia.
CEO BPI Danantara Indonesia Rosan Roeslani membeberkan alasan penunjukan Luke Thomas Mahony sebagai Direktur PT Danantara Sumberdaya Indonesia. (CNN Indonesia/Lidya Julita Sembiring).
Jakarta, CNN Indonesia --

CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia Rosan Roeslani membeberkan alasan penunjukan Luke Thomas Mahony sebagai Direktur PT Danantara Sumberdaya Indonesia (PT DSI), BUMN baru yang akan menangani ekspor komoditas strategis Indonesia.

Rosan mengatakan pemilihan Luke dilakukan setelah mempertimbangkan rekam jejak dan pengalamannya di industri pertambangan dan perdagangan komoditas global.

"Kita kan melihat banyak pertimbangan juga, ini kan lebih kita cari track record-nya juga. Dia kan sangat memahami juga pengalaman sebelumnya baik di perusahaan multinasional di Vale," ujar Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (22/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Luke Thomas diketahui sebelumnya pernah menjabat Direktur sekaligus Chief Strategy and Technical Officer PT Vale Indonesia Tbk pada 2024-2025. Ia juga sempat menduduki sejumlah posisi strategis di Vale Base Metals dan perusahaan tambang global BHP Billiton.

Menurut Rosan, pengalaman Luke memimpin perusahaan mineral menjadi salah satu pertimbangan utama dalam penunjukan tersebut. Selain itu, Luke juga dinilai memiliki jaringan internasional yang kuat di sektor pertambangan dan perdagangan komoditas.

"Dia pun bisa Bahasa Indonesia juga, karena kebetulan emang istrinya orang Indonesia. Tapi yang paling penting justru kita lihat pengalaman trading-nya ada, minerals-nya ada, jadi pimpinan di banyak perusahaan mineral jadi dan network-nya juga baik," katanya.

Selain pengalaman profesional, Rosan menilai Luke memiliki catatan kerja yang baik selama bergabung di Danantara. Sebelum ditunjuk memimpin PT DSI, Luke diketahui menjabat sebagai SEVP Business Performance & Optimization Danantara Indonesia sejak September 2025.

"Paling penting juga kita lihat selama ini juga di Danantara track record-nya juga sangat-sangat baik," ujar Rosan.

Luke merupakan warga negara Australia yang berdomisili di Jakarta. Berdasarkan profil LinkedIn miliknya, ia merupakan lulusan University of New South Wales (UNSW), Australia, dengan latar belakang pendidikan teknik pertambangan, keuangan, hingga geomechanics.

PT DSI sendiri merupakan BUMN baru yang dibentuk pemerintah untuk menangani ekspor komoditas strategis seperti kelapa sawit, batu bara, dan ferroalloys atau paduan besi.

Pembentukan PT DSI merupakan tindak lanjut dari kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang mewajibkan ekspor sejumlah komoditas SDA strategis dilakukan melalui BUMN yang ditunjuk pemerintah.

Pemerintah menyebut kebijakan tersebut bertujuan memperkuat pengawasan ekspor sekaligus menekan praktik under invoicing, transfer pricing, dan pelarian devisa hasil ekspor.

PT DSI nantinya tidak langsung menjadi eksportir tunggal secara penuh. Pemerintah menyiapkan dua tahap implementasi.

Tahap pertama berlangsung pada 1 Juni hingga 31 Agustus 2026 sebagai masa transisi pengalihan ekspor. Pada fase ini, transaksi ekspor masih dilakukan perusahaan dengan pembeli, namun dokumentasi ekspor mulai dialihkan melalui PT DSI.

Sementara itu, tahap kedua dimulai pada 1 September 2026, ketika proses ekspor komoditas strategis sepenuhnya dilakukan melalui PT DSI.

[Gambas:Video CNN]

(del/sfr) Add as a preferred
source on Google