JOGJA FINANCIAL FESTIVAL 2026

Wamenkomdigi Ungkap Peran Transformasi Digital untuk Ekonomi RI

CNN Indonesia
Jumat, 22 Mei 2026 18:56 WIB
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria saat menyampaikan pemaparan dalam Jogja Financial Festival 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria saat menyampaikan pemaparan dalam Jogja Financial Festival 2026. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menyebut ekonomi digital harus ditopang dengan infrastruktur khususnya telekomunikasi dan internet. Hal itu diungkap Nezar saat menjadi pembicara di Jogja Financial Festival (JFF) 2026.

"Dan itu adalah satu proses yang sedang terjadi saat ini kita sebut transformasi digital," ucap Nezar di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, Jumat (22/5).

Nezar menilai ekonomi digital berada di atas satu gerak besar yang bernama transformasi digital. Nezar menjelaskan, pihaknya telah memberikan dukungan infrastruktur untuk memajukan ekonomi digital.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di transformasi digital kita bicara infrastruktur yang sudah kita nikmati yaitu jaringan telekomunikasi, yang saat ini penetrasinya sudah 97% di wilayah pemukiman, itu terhubung dengan koneksi telekomunikasi," ujar Nezar.

Dari penetrasi telekomunikasi ke pemukiman di Indonesia itu, Nezar menyebut penetrasi internet hampir menyentuh 90%.

"Nah, 97% itu yang di daerah yang didiami di Nusantara, lalu di atas itu berjalan yang namanya internet. Penetrasi internet sekarang sudah 80,6% ke total populasi. Sehingga artinya ada 230 juta orang yang aktif di internet," ucap Nezar.

Menurut Nezar, dengan adanya penetrasi-penetrasi itu memudahkan kegiatan ekonomi, apalagi ekonomi digital.

"Nah, di situlah kemudian kegiatan-kegiatan sehari-hari kita berlangsung termasuk ekonomi, termasuk bisnis. Jadi ekonomi digital adalah ekonomi yang memanfaatkan platform digital ini, untuk melakukan transaksi. Sederhananya seperti itu," katanya.

Namun, transformasi digital yang begitu masif seperti dua mata pisau. Mengingat dapat menimbulkan masalah-masalah yang lain karena penggunaan teknologi digital bisa menimbulkan dampak baik maupun buruk.

"Seperti mendapatkan scamming, bahkan cyber bullying, lalu juga mendapatkan informasi yang tidak benar, itu adalah darkside atau sisi gelap dari internet. Di mana kita harus bersama-sama menghadapinya," ujarnya.

Lengkapnya baca di sini.

(har) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]