Harga Minyak Naik Setelah AS Kembali Serang Iran

CNN Indonesia
Kamis, 28 Mei 2026 10:45 WIB
Harga minyak melonjak imbas serangan baru Amerika Serikat (AS) ke Iran. Kenaikan harga minyak pun bervariasi. ANTARA FOTO/Rosa Panggabean/ama/16.
Harga minyak melonjak imbas serangan baru Amerika Serikat (AS) ke Iran. Kenaikan harga minyak pun bervariasi. ANTARA FOTO/Rosa Panggabean
Jakarta, CNN Indonesia --

Harga minyak melonjak imbas serangan baru Amerika Serikat (AS) ke Iran. Kenaikan harga minyak pun bervariasi.

Minyak Brent yang sebagai acuan harga minyak dunia dari Laut Utara mengalami kenaikan hingga 1,8 persen hari ini menjadi US$95,95 per barel, sementara US contract, WTI mengalami kenaikan sebesar 1,7 persen menjadi US$90,17.

Sedangkan pasar saham di seluruh Asia sebagian besar turun, dengan indeks Hang Seng Hong Kong turun lebih dari 1,5 persen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Militer AS kembali melancarkan serangan yang menargetkan operasi drone Iran, akibatnya ketegangan di Timur Tengah pun kembali terjadi.

Selain itu, serangan ini menimbulkan ancaman bagi pasukan AS dan pelayaran komersial di Selat Hormuz.

Mengutip AFP, Kamis (28/5), padahal tren penurunan harga minyak terjadi kemarin yang membawa harapan besar akan kesepakatan yang akan segera tercapai untuk mengakhiri konflik di Selat Hormuz selama berbulan-bulan.

Dalam serangan baru AS itu, seorang pejabat AS mengatakan militer telah menembak jatuh empat drone Iran dan menyerang pusat kendali di kota Bandar Abbas di selatan.

Ia mengatakan serangan terbaru itu "terukur, murni defensif, dan dimaksudkan untuk mempertahankan gencatan senjata".

Sementara itu, media pemerintah Teheran mengatakan pasukan Iran telah menembak empat kapal di selat Hormuz, sementara Kuwait mengatakan pertahanan udaranya menanggapi serangan rudal dan drone.

Di luar prediksi

Serangan baru AS ke Iran ini di luar prediksi. Sejumlah pihak mengatakan perselisihan antara AS dan Iran tidak mungkin terjadi lagi dan akan mencapai kesepakatan. Trump sendiri sudah ingin menginginkan perdamaian di Timur Tengah, namun justru sebaliknya.

Sebagai informasi, sejak awal April lalu telah dilakukan gencatan senjata antara AS dan Iran.

(tim/mik) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]