BI Respons soal Rupiah Tembus Rp17.900 per Dolar saat Libur Iduladha

CNN Indonesia
Jumat, 29 Mei 2026 17:15 WIB
Bank Indonesia (BI) buka suara soal tekanan terhadap nilai tukar rupiah hingga sempat menembus Rp17.949 per dolar AS pada periode libur Iduladha 1447 Hijriah. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Bank Indonesia (BI) buka suara soal tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang sempat menembus level Rp17.949 per dolar AS selama periode libur dan cuti bersama Iduladha 1447 Hijriah.

Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan tekanan terhadap rupiah dipengaruhi ketidakpastian global akibat konflik di Timur Tengah, ditambah meningkatnya kebutuhan valuta asing (valas) di dalam negeri.

"Tekanan terhadap nilai tukar Rupiah masih dipengaruhi oleh berlanjutnya ketidakpastian global akibat perkembangan konflik di Timur Tengah," ujar Ramdan dalam keterangan resmi, Jumat (29/5).

Selain faktor global, BI juga mencatat adanya peningkatan kebutuhan dolar AS secara musiman, antara lain untuk pembayaran utang luar negeri (ULN) dan repatriasi dividen di tengah arus masuk dolar AS yang terbatas.

BI menegaskan tetap hadir di pasar untuk menjaga stabilitas rupiah melalui berbagai instrumen intervensi.

"Bank Indonesia terus berkomitmen hadir di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, around the world, around the clock," kata Ramdan.

Komitmen tersebut dilakukan melalui optimalisasi intervensi pasar valas lewat transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, hingga pembelian surat berharga negara (SBN) di pasar sekunder secara konsisten dan terukur.

Selain itu, BI juga memperkuat efektivitas kebijakan moneter melalui penguatan struktur suku bunga instrumen moneter yang dinilai pro-market untuk menjaga daya tarik aset keuangan domestik dan mendukung arus modal asing masuk ke Indonesia.

Dari sisi permintaan dolar AS, BI juga menetapkan threshold tunai beli valas terhadap rupiah tanpa underlying menjadi US$25 ribu per pelaku per bulan yang berlaku mulai Juni 2026.

BI menambahkan pihaknya terus memperkuat koordinasi dengan otoritas terkait guna menjaga stabilitas pasar keuangan dan nilai tukar, termasuk memperketat pengawasan terhadap bank dan korporasi dengan aktivitas pembelian dolar AS yang tinggi.

"Bank Indonesia akan terus mencermati perkembangan pasar keuangan global dan domestik serta senantiasa hadir di pasar dengan mengambil langkah-langkah yang diperlukan secara konsisten dan terukur guna menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah," ujar Ramdan.

Melansir detikfinance, berdasarkan data Investing pada Kamis (28/5), dolar AS sempat berada di posisi Rp17.949 dengan rentang perdagangan Rp17.772 hingga Rp17.995.

Berdasarkan data Google Finance, dolar AS tercatat sempat menyentuh Rp17.904 pada pukul 04.00 UTC sebelum bergerak ke level Rp17.850.

Adapun pada perdagangan Jumat (29/5) sore, rupiah ditutup melemah 35 poin atau 0,20 persen ke level Rp17.880 per dolar AS.

(lau/sfr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK