Rupiah Melemah ke Rp17.844 per Dolar AS Pagi Ini

CNN Indonesia
Senin, 01 Jun 2026 09:56 WIB
Karyawan menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) (ANTARA FOTO/Hasrul Said/sgd)
Nilai tukar rupiah berada di level Rp17.844 per dolar AS pada Senin (1/6) pagi. (ANTARA FOTO/HASRUL SAID)
Jakarta, CNN Indonesia --

Nilai tukar rupiah berada di level Rp17.844 per dolar AS pada Senin (1/6) pagi. Mata uang Garuda melemah 37 poin atau 0,21 persen dari perdagangan sebelumnya, bersama mata uang Asia lainnya.

Yen Jepang juga melemah 0,14 persen, baht Thailand melemah 0,17 persen, yuan China melemah 0,02 persen, peso Filipina melemah 0,18 persen, dan won Korea Selatan melemah 0,71 persen. Dolar Singapura melemah 0,11 persen dan dolar Hong Kong melemah 0,01 persen pada pembukaan perdagangan pagi ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu mata uang utama negara maju juga kompak berada di zona merah. Tercatat euro Eropa melemah 0,12 persen, poundsterling Inggris melemah 0,01 persen, dan franc Swiss melemah 0,27 persen. Senada, dolar Australia juga melemah 0,01 persen, dan dolar Kanada melemah 0,11 persen.

Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, memperkirakan rupiah berkonsolidasi terhadap dolar AS. Perang AS-Iran hingga data perekonomian domestik menjadi pendorong utama. Hari ini, Lukman memperkirakan rupiah bergerak di rentang Rp17.750 per dolar AS - Rp17.800 per dolar AS.

"Investor masih wait and see perkembangan kesepakatan AS-Iran yang masih limbung. Selain itu investor juga mengantisipasi data penting domestik besok yaitu inflasi dan perdagangan. Harga minyak yang sudah menurun bisa mendukung rupiah," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com, Senin (1/6).

Rupiah sebelumnya juga tertekan terhadap dolar AS selama periode libur dan cuti bersama Iduladha 2026. Menurut Bank Indonesia (BI), tekanan terhadap rupiah dipengaruhi ketidakpastian global akibat konflik di Timur Tengah, ditambah meningkatnya kebutuhan valuta asing (valas) di dalam negeri.

"Tekanan terhadap nilai tukar Rupiah masih dipengaruhi oleh berlanjutnya ketidakpastian global akibat perkembangan konflik di Timur Tengah," kata Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso pada Jumat (29/5).

Selain faktor global, BI juga mencatat adanya peningkatan kebutuhan dolar AS secara musiman, antara lain untuk pembayaran utang luar negeri (ULN) dan repatriasi dividen di tengah arus masuk dolar AS yang terbatas.

BI menegaskan tetap hadir di pasar untuk menjaga stabilitas rupiah melalui berbagai instrumen intervensi.

"Bank Indonesia terus berkomitmen hadir di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, around the world, around the clock," kata Ramdan.

(lyd/end) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]