Sindir Trump, Powell Ingatkan Bahaya Cawe-cawe Kebijakan The Fed

CNN Indonesia
Selasa, 02 Jun 2026 04:02 WIB
Powell menekankan pentingnya independensi dan kredibilitas bank sentral di tengah cawe-cawe Presiden AS Donald Trump terhadap kebijakan The Fed. (Foto: Alex Wong/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mantan Ketua bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell menekankan pentingnya independensi dan kredibilitas bank sentral.

Penekanan itu disampaikan Powell di tengah tekanan dan cawe-cawe Presiden AS Donald Trump terhadap kebijakan The Fed.

"Seperti banyak institusi lainnya, The Fed sedang menjalani ujian ketahanan. Jika ada pemerintahan yang menemukan cara untuk mencopot pejabat The Fed karena perbedaan kebijakan, maka pemerintahan-pemerintahan berikutnya juga akan melakukan hal yang sama," kata Powell saat menerima penghargaan dari John F. Kennedy Library Foundation, dikutip AFP, Senin (1/6).

Di acara tersebut, Powell menerima penghargaan John F. Kennedy Profile in Courage Award atas jasanya"melindungi independensi Federal Reserve.

Dalam pidatonya, Powell menyatakan kredibilitas The Fed dibangun dan dipertahankan selama puluhan tahun. Ia merasa memiliki kewajiban untuk menjaga aset yang tak ternilai itu bagi sesama warga negara dan generasi mendatang.

Pernyataan Powell dinilai sebagai kritik tidak langsung terhadap upaya pemerintahan Trump untuk memecat Gubernur The Fed Lisa Cook.

"Publik akan kehilangan kepercayaan bahwa bank sentral membuat keputusan semata-mata berdasarkan apa yang terbaik bagi seluruh rakyat Amerika," ujarnya.

Pada masa jabatan keduanya, Trump kerap mengkritik bahkan menghina Powell karena dinilai terlalu lambat menurunkan suku bunga.

Kementerian Kehakiman AS bahkan sempat mengajukan tuntutan pidana terhadap Powell terkait proyek renovasi gedung The Fed. Namun, penyelidikan itu akhirnya disetop guna memuluskan proses konfirmasi pengganti Powell di senat.

Trump juga berupaya mencopot Lisa Cook atas dugaan penipuan kredit pemilikan rumah (KPR). Mahkamah Agung AS dijadwalkan memutuskan legalitas langkah tersebut.

Powell mengakhiri masa jabatannya sebagai ketua The Fed awal bulan ini. Posisinya digantikan oleh Kevin Warsh, kandidat pilihan Trump.

Dalam langkah yang tidak lazim bagi mantan pimpinan The Fed, Powell memilih tetap bertugas sebagai anggota Dewan Gubernur hingga masa jabatannya berakhir pada 2028.

Ia mengatakan keputusan bertahan diambil lantaran adanya ancaman terhadap independensi The Fed. Powell juga berjanji akan lebih banyak berada di balik layar dan tidak terlalu sering muncul di hadapan publik.

Sementara itu, Trump menyambut pengambilalihan kepemimpinan The Fed oleh Warsh, setelah melalui proses konfirmasi senat yang panjang dan memecah belah. Ia bahkan menggelar upacara pelantikan mewah di Gedung Putih untuk Warsh.

(pta)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK