Kopdes Jadi Penyalur Tunggal Barang Subsidi, Purbaya Jamin Untung
Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa menjamin Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP/Kopdes Merah Putih) bisa meraup untung hanya dengan menjadi penyalur barang bersubsidi pemerintah.
"Kemarin diputuskan di rapat kabinet bahwa semua barang-barang yang bersubsidi akan disalurkan lewat Koperasi Desa Merah Putih dan tidak diperjualbelikan di luar itu," kata Purbaya di Alun-alun Selatan, Kota Yogyakarta, Kamis (17/7).
"Jadi, harusnya dari situ saja Koperasi Desa Merah Putih sudah pasti untung. Asal enggak di enggak di itu ya, asal enggak dikorupsi, harusnya sih aman," sambungnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Purbaya turut mengungkap skema pendanaan kopdes lewat penganggaran Rp240 triliun hasil pinjaman pemerintah kepada Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Pokok dan bunga cicilannya dibayar oleh Kementerian Keuangan sebesar Rp40 triliun per tahun selama enam tahun.
"Mungkin setahun sekitar 40 triliun, sesuai dengan jumlah operasi yang beroperasi, koperasi yang beroperasi," katanya.
Duit sebesar itu, kata Purbaya, dialokasikan sebagai dana operasional awal kopdes yang jumlahnya mencapai ribuan unit se-Indonesia.
"(Nominal) cukup. Ada sedikit dana tambahan, pegawai-pegawainya berapa, dua tahun pertama tuh, pegawai koperasinya dibiayai oleh negara untuk pelatihannya dan gaji selama dua tahun pertama, 1,5 tahun pertama. Setelah itu, mereka jalan sendiri.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memerintahkan seluruh barang bersubsidi pemerintah disalurkan melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP/Kopdes Merah Putih).
Langkah ini dilakukan agar penyaluran subsidi tepat sasaran sekaligus mencegah penyimpangan distribusi.
"Semua barang subsidi harus disalurkan kepada rakyat melalui Koperasi Desa Merah Putih. Harus, saya katakan ini harus! Barang subsidi rakyat tidak boleh diperdagangkan supaya yang membutuhkan, dialah yang terima," kata Prabowo dalam pidatonya pada Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 di Jakarta, Minggu (12/7).
Prabowo menjelaskan setiap Kopdes nantinya tidak hanya menyediakan layanan simpan pinjam, tetapi juga toko sembako, apotek desa, gudang logistik, hingga fasilitas penyimpanan dingin (cold storage).
as a preferred source on Google