IHSG Babak Belur, Purbaya Tuding Rumor Downgrade S&P Jadi Biang Kerok
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hampir 5 persen bukan disebabkan oleh memburuknya fundamental ekonomi Indonesia.
Menurut Purbaya, pelemahan pasar saham lebih dipengaruhi oleh isu atau rumor negatif yang beredar.
"Karena banyak isu-isu negatif," kata Purbaya saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mencontohkan salah satu rumor yang beredar adalah kabar lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor's (S&P) akan menurunkan peringkat kredit Indonesia.
"Banyak rumor di dalam negeri. Ada rumor S&P akan mendowngrade (peringkat kredit Indonesia). Padahal saya baru mau ketemu nanti malam," ujarnya.
Ia juga membantah anggapan bahwa inflasi yang berada di kisaran 3 persen menjadi penyebab pelemahan pasar.
Menurut dia, inflasi saat ini masih berada dalam target Bank Indonesia sebesar 2,5 persen plus minus 1 persen.
Purbaya menilai fundamental ekonomi nasional masih cukup solid, ditopang oleh penerimaan pajak yang tetap tumbuh.
"Fundamental ekonomi bagus. Ini mungkin ada ketakutan orang jangka pendek saja. Fondasi ekonomi bagus, enggak ada masalah. Pendapatan pajak di Mei aja masih kencang," ujar Purbaya.
Ia juga mengatakan daya beli masyarakat masih cukup kuat dengan mencontohkan aktivitas ekonomi di berbagai daerah yang ramai, mulai dari tempat hiburan hingga hotel.
"Domestic demand masih kuat, daya beli masyarakat masih cukup kuat," kata Purbaya.
Meski demikian, ia enggan memprediksi level IHSG ke depan. Ia hanya memastikan pemerintah akan terus menjaga sentimen pasar selain memastikan fundamental ekonomi tetap terjaga.
"Kalau nanya level enggak tahu. Saya bilang enggak usah takut. Jadi kita akan pastikan lagi semuanya lebih baik, termasuk menjaga sentimen pasar," ujar Purbaya.
Lihat Juga : |
Pada Rabu (3/6) sore, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 5.941 pada perdagangan. Indeks saham melemah 254,36 poin atau minus 4,11 persen dari perdagangan sebelumnya.
Mengutip RTI Infokom, investor melakukan transaksi sebesar Rp25,21 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 40,06 miliar saham. Pada penutupan kali ini, 69 saham menguat, 692 terkoreksi, dan 54 stagnan.
as a preferred source on Google