10 Barang Ini Berpotensi Makin Mahal, Imbas Rupiah Jebol ke Rp18.000

CNN Indonesia
Kamis, 04 Jun 2026 11:43 WIB
Pelemahan rupiah membuat biaya impor menjadi lebih mahal dan berdampak pada harga barang dan jasa berbahan baku, komponen, atau transaksi dalam dolar AS. (FOTO:CNN Indonesia/Febria Adha L).
Jakarta, CNN Indonesia --

Nilai tukar rupiah kembali mencetak rekor terlemah sepanjang sejarah setelah menyentuh level Rp18.029 per dolar AS pada perdagangan Kamis (4/6) pagi.

Melansir Bloomberg, mata uang Garuda terpantau melemah 63 poin atau 0,35 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.

Pelemahan rupiah membuat biaya impor menjadi lebih mahal. Dampaknya bisa merembet ke harga berbagai barang dan jasa yang bergantung pada bahan baku, komponen, atau transaksi dalam dolar AS.

Melansir berbagai sumber, berikut daftar barang yang berpotensi mengalami kenaikan harga jika pelemahan rupiah berlanjut:

1. BBM dan produk energi

Minyak mentah dunia diperdagangkan menggunakan dolar AS. Pelemahan rupiah membuat biaya impor energi meningkat sehingga berpotensi menekan harga BBM, gas, hingga biaya distribusi barang.

2. Ponsel dan gadget

Produk seperti ponsel, tablet, smartwatch, kamera, hingga konsol gim umumnya diproduksi di luar negeri atau menggunakan komponen impor. Kenaikan dolar AS dapat mendorong harga jual produk-produk tersebut.

3. Laptop dan perangkat elektronik

Laptop, televisi, monitor, hingga peralatan elektronik rumah tangga juga rentan mengalami kenaikan harga karena masih bergantung pada komponen impor.

4. Mobil dan sepeda motor

Industri otomotif nasional masih menggunakan banyak komponen dari luar negeri. Pelemahan rupiah dapat meningkatkan biaya produksi dan harga kendaraan.

5. Suku cadang kendaraan

Tak hanya kendaraan baru, harga sparepart dan aksesoris kendaraan juga berpotensi naik karena sebagian besar komponennya diimpor.

6. Obat-obatan dan alat kesehatan

Industri farmasi Indonesia masih mengandalkan bahan baku impor. Kondisi ini membuat harga obat, vitamin, hingga alat kesehatan berpotensi terdampak pelemahan rupiah.

7. Makanan dan minuman impor

Produk seperti susu, gandum, cokelat, buah-buahan, hingga daging impor berisiko mengalami kenaikan harga akibat meningkatnya biaya impor.

8. Produk fesyen impor

Pakaian, tas, sepatu, dan aksesori dari merek luar negeri biasanya dipatok menggunakan dolar AS. Pelemahan rupiah dapat membuat harga produk tersebut semakin mahal.

9. Bahan baku industri

Sejumlah sektor industri masih mengimpor bahan baku seperti plastik, logam, bahan kimia, dan mesin produksi. Kenaikan biaya impor berpotensi diteruskan ke harga barang jadi.

10. Tiket pesawat dan liburan ke luar negeri

Biaya operasional maskapai, mulai dari avtur hingga perawatan pesawat, banyak menggunakan dolar AS. Selain itu, pelemahan rupiah juga membuat biaya hotel, transportasi, dan belanja selama perjalanan ke luar negeri menjadi lebih mahal.

(lau/ins)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK