APBN Defisit Rp180,4 T pada Mei 2026

CNN Indonesia
Jumat, 05 Jun 2026 14:28 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan paparan saat konferensi pers APBN KiTa edisi Maret 2026 di Jakarta, Rabu (11/3/2026). Kementerian Keuangan melaporkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Februari 2026
Kemenkeu mencatat APBN defisit Rp180,4 triliun atau sebesar 0,70 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) per Mei 2026. (Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) defisit Rp180,4 triliun atau sebesar 0,70 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) per Mei 2026.

Defisit APBN terjadi karena belanja negara lebih tinggi dibandingkan pendapatan negara. Hingga akhir Mei 2026, belanja pemerintah naik 34,4 persen ke Rp1.365,4 triliun secara tahunan (year-on-year/yoy).

Sementara, pendapatan negara per Mei 2026 tercatat sebesar Rp1.185 triliun atau meningkat 19,1 persen secara tahunan. Angka pendapatan ini lebih rendah dari belanja negara per Mei 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Defisitnya sampai Mei 0,7 (persen). Lima bulan pertama ini 0,7," kata Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers APBN Kita di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Jumat (5/6).

Dari total pendapatan Rp1.185 triliun, sebanyak Rp958,2 triliun berasal dari penerimaan perpajakan.

Penerimaan perpajakan bila didetailkan lagi berasal dari pajak sebesar Rp834,4 triliun serta dari kepabeanan dan cukai sebesar Rp123,8 triliun.

Sementara itu, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tercatat sebesar Rp226,4 triliun. Adapun penerimaan hibah sebesar Rp0,4 triliun.

Kemudian, belanja negara sebesar Rp1.365,4 triliun jika didetailkan paling besar berasal dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp1.059,3 triliun.

Detailnya, belanja kementerian/lembaga sebesar Rp517,7 triliun dan belanja non kementerian/lembaga sebesar Rp541,6 triliun.

Sementara itu, transfer ke daerah tercatat sebesar Rp306,1 triliun dengan keseimbangan primer hingga Mei 2026 tercatat surplus Rp58,6 triliun.

[Gambas:Youtube]

(dhz/pta) Add as a preferred
source on Google