PNM Matangkan Kepemimpinan untuk Transformasi Berbasis Kebermanfaatan

PNM | CNN Indonesia
Sabtu, 06 Jun 2026 17:11 WIB
Prosesi pengucapan sumpah dan pelantikan pejabat PT Permodalan Nasional Madani (Persero) di Jakarta (3/6). (Foto: Arsip PNM)
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Permodalan Nasional Madani (Persero) memasuki fase baru transformasi organisasi dengan memperkuat struktur kepemimpinan di berbagai lini perusahaan. Langkah ini merupakan respons terhadap tantangan yang semakin kompleks dalam menjalankan mandat pemberdayaan jutaan perempuan pengusaha ultra mikro di Indonesia.

Perusahaan kini menghadapi dinamika perubahan lanskap ekonomi serta tuntutan digitalisasi yang cepat. Selain itu, aspek efisiensi dan tata kelola yang tinggi juga menjadi fokus utama.

PNM tidak hanya melakukan pembaruan pada struktur organisasi internal perusahaan saja. Fondasi kepemimpinan juga diperkuat untuk mengawal keberlanjutan transformasi jangka panjang tersebut.

Penyesuaian ini tercermin dalam struktur korporasi terbaru yang baru saja diumumkan. Kebijakan tersebut bertujuan meningkatkan tata kelola dan efektivitas operasional secara menyeluruh.

Terdapat tiga sosok baru yang resmi masuk dalam jajaran dewan korporasi. Dua figur di antaranya kini dipercaya untuk mengisi posisi dewan komisaris.

Marsudi Syuhud resmi menjabat sebagai Komisaris Independen di dalam struktur baru. Sementara itu, Temmy Satya Permana menduduki posisi sebagai Komisaris perusahaan.

Manajemen juga memperkenalkan L. Dodot Patria Ary Suprianto sebagai Direktur Operasional. Ia sekaligus merangkap jabatan sebagai Direktur Hubungan Kelembagaan di dalam manajemen.

Struktur kepemimpinan tertinggi saat ini tetap dipimpin oleh Kindaris sebagai Direktur Utama. Ia didampingi oleh Sunar Basuki yang menjabat sebagai Wakil Direktur Utama.

Pada pelantikan dan pengucapan sumpah pejabat PNM digelar di Jakarta, Rabu (3/6), Kindaris menegaskan bahwa keberhasilan transformasi tidak bisa hanya bertumpu pada perubahan sistem atau proses bisnis. Faktor penentu sesungguhnya, menurutnya, adalah kualitas manusia yang menjalankannya.

"Di tengah berbagai perubahan yang terjadi, PNM terus melakukan penguatan dan pembaruan di berbagai aspek organisasi. Namun pada akhirnya, perubahan yang paling menentukan adalah perubahan pada manusianya, bagaimana kita terus belajar, beradaptasi, membuka diri terhadap cara berpikir baru," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (6/6).

Sebagai lembaga yang melayani perempuan prasejahtera melalui program pembiayaan dan pemberdayaan, PNM menghadapi tantangan yang berbeda dari lembaga keuangan pada umumnya. Pertumbuhan bisnis harus berjalan beriringan dengan misi sosial untuk menciptakan dampak nyata bagi masyarakat.

Transformasi yang dijalankan PNM pun tidak semata berorientasi pada target bisnis. Penguatan budaya kerja yang adaptif, kolaboratif, dan berpihak pada kebermanfaatan menjadi pilar yang sama pentingnya.

Kindaris menekankan bahwa kepemimpinan di PNM harus mampu menjaga keseimbangan antara profesionalisme korporasi dan empati terhadap masyarakat yang dilayani. Dua hal ini, menurutnya, tidak bisa dipisahkan.

"Kita bekerja dengan hati. Kita hadir untuk memberdayakan. Kita tumbuh bersama jutaan perempuan prasejahtera yang setiap harinya berjuang untuk keluarganya. Oleh karena itu, setiap keputusan yang kita ambil sebagai pemimpin harus selalu berpijak pada empati, keteladanan, dan keberpihakan pada kemajuan bersama," imbuh dia.

Momentum transformasi ini juga datang bersamaan dengan perubahan status perusahaan menjadi Persero. Perubahan status tersebut membawa konsekuensi baru bagi PNM untuk lebih adaptif dan agile dalam menjawab ekspektasi pemegang saham, sekaligus menjaga mandat pemberdayaan yang selama ini menjadi identitas perusahaan.

Kindaris meyakini bahwa modal terbesar PNM tetap terletak pada budaya gotong royong dan kolaborasi yang telah tumbuh selama lebih dari dua dekade. Setiap proses perubahan, menurutnya, selalu menyimpan peluang untuk melahirkan organisasi yang lebih kuat.

"Perjalanan ke depan tentu tidak selalu mudah. Akan ada target yang harus dicapai, perubahan yang harus dijalankan, dan tantangan yang harus diselesaikan. Namun saya percaya, dengan semangat kolaborasi dan budaya saling menguatkan yang selama ini menjadi kekuatan PNM, kita akan mampu melewati setiap proses transformasi dengan baik," pungkasnya.

PNM menegaskan bahwa transformasi bukan sekadar pergantian struktur atau jabatan. Lebih dari itu, transformasi adalah upaya membangun organisasi yang semakin relevan dan mampu menghadirkan dampak lebih luas bagi jutaan keluarga Indonesia yang menjadi bagian dari perjalanan pemberdayaan PNM.

(rir)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK