Nanik Respons SPPG Setop Beroperasi: Dana MBG Sudah Cair Sejak Jumat
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang membantah isu penyaluran dana program Makan Bergizi Gratis (MBG) terhambat atau dihentikan.
Menurut dia, pencairan dana untuk operasional program telah dilakukan sejak Jumat (5/6) lalu dan kembali dilanjutkan pada awal pekan ini.
Nanik mengatakan sebagian informasi yang beredar terkait kendala penyaluran dana MBG tidak sepenuhnya benar.
"Sebagian dari hoaks. Semua (anggaran MBG) sudah dicairkan dari mulai Jumat," ujar Nanik usai pelantikannya di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (8/6).
Pernyataan itu disampaikan di tengah munculnya laporan sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) alias dapur MBG yang menghentikan sementara operasional karena mengaku belum menerima dana operasional dari pusat.
Dalam kesempatan sama, Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari menyebut dana untuk sejumlah SPPG yang sebelumnya menjadi perhatian juga telah masuk ke rekening penerima.
"Yang 27 (SPPG) itu sudah masuk (dananya)," ujar Agustina.
Menanggapi hal tersebut, Nanik mengatakan proses pencairan memang berlangsung bertahap. Sebagian dana telah dicairkan pada Jumat (5/6) lalu, sementara pencairan berikutnya dilakukan pada hari ini, Senin (8/6).
"Memang ada beberapa yang apa namanya yang Jumat itu sudah dicairkan, yang Senin ini juga dicairkan," ujarnya.
Menurut Nanik, BGN juga menerima laporan adanya pencairan anggaran dalam jumlah besar pada hari yang sama.
"Tadi kalau tidak salah kami dapat laporan Rp5 triliun ya dicairkan hari ini," kata Nanik.
Ia menegaskan persoalan yang terjadi lebih bersifat administratif dan teknis, bukan karena adanya penghentian pendanaan program MBG.
"Jadi tidak ada masalah, masalah teknis saja," ujarnya.
Tujuh SPPG di Banda Aceh sebelumnya dilaporkan menghentikan sementara operasional dapur MBG mulai Senin (8/6).
Koordinator SPPG Wilayah Banda Aceh Muhammad Reza mengatakan penghentian dilakukan karena dana operasional yang digunakan untuk menjalankan program telah habis, sementara dana pengganti dari pusat belum diterima pengelola dapur.
Menurut Reza, dari total 37 dapur MBG yang beroperasi di Banda Aceh, hanya tujuh dapur yang terdampak. Dapur lainnya masih dapat berjalan karena memiliki cadangan dana operasional.
Di sisi lain, Nanik sebelumnya juga telah membantah informasi mengenai penghentian penyaluran dana MBG maupun instruksi penghentian operasional dapur secara nasional.
Ia menegaskan tidak pernah ada kebijakan resmi dari BGN yang memerintahkan penghentian layanan MBG.
Ia meminta seluruh mitra pelaksana, pengelola SPPG, yayasan, maupun pemasok untuk mengacu pada informasi resmi yang disampaikan lembaganya.
Menurut BGN, koordinasi dengan para mitra pelaksana terus dilakukan guna memastikan distribusi makanan bergizi kepada penerima manfaat tetap berjalan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan pemerintah.