PLN Buka Suara soal Alasan Mati Lampu di Bogor

CNN Indonesia
Selasa, 09 Jun 2026 19:55 WIB
PLN sebut gangguan pasokan listrik terjadi akibat masalah teknis pada pembangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU) Jawa 1. (FOTO:CNNIndonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT PLN (Persero) ungkap alasan terkait pemadaman listrik atau mati lampu yang terjadi di sejumlah wilayah Kota dan Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (9/6).

Manager PLN UP3 Bogor Grahaita Gumelar menjelaskan gangguan pasokan listrik terjadi akibat masalah teknis pada pembangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU) Jawa 1 yang menyebabkan penurunan kemampuan pasok listrik ke sistem kelistrikan.

"Sehubungan adanya gangguan teknis pada PLTGU Jawa 1 yang mengakibatkan penurunan kemampuan pasok pembangkit ke sistem kelistrikan, PT PLN (Persero) UP3 Bogor saat ini melakukan berbagai langkah untuk tetap menjaga keandalan pasokan listrik kepada pelanggan," kata Grahaita dalam keterangan resmi, Selasa (9/6).

Sebagai langkah menjaga stabilitas sistem, PLN melakukan manajemen beban secara terbatas di sejumlah wilayah layanan. Kebijakan tersebut membuat sebagian pelanggan mengalami penghentian sementara aliran listrik.

"Sebagai bagian dari upaya tersebut, PLN melakukan manajemen beban secara terbatas di sebagian wilayah layanan. Sebagian pelanggan akan mengalami penghentian sementara aliran listrik dengan durasi yang disesuaikan dengan kondisi operasional sistem," ujarnya.

Sebelumnya, pemadaman listrik dilaporkan terjadi di sejumlah titik di Kota dan Kabupaten Bogor. Informasi pemadaman tersebut juga beredar di media sosial. Salah satu wilayah yang terdampak dilaporkan berada di kawasan Jalan Pajajaran, Kota Bogor.

PLN menyampaikan permohonan maaf atas gangguan layanan yang terjadi dan memastikan terus melakukan penanganan untuk memulihkan sistem kelistrikan.

"PLN menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Informasi lebih lanjut terkait perkembangan penanganan dan pemulihan sistem akan disampaikan secara berkala melalui unit layanan setempat dan kanal resmi PLN," pungkas Grahaita.

(lau/ins)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK