Pipa Cisem II Mulai Beroperasi Penuh

CNN Indonesia
Selasa, 09 Jun 2026 23:06 WIB
Pipa Transmisi Gas Bumi Ruas Batang-Cirebon-Kandang Haur Timur (Cisem II) resmi beroperasi. (FOTO:Arsip Pertagas).
Jakarta, CNN Indonesia --

Pipa Transmisi Gas Bumi Ruas Batang-Cirebon-Kandang Haur Timur (Cisem II) resmi beroperasi melalui Seremonial Commissioning Pipeline Cisem II dan Integrasi Sistem Transmisi Gas bersama PT Pertamina Gas (Pertagas) dan PT PGN Tbk yang dihadiri oleh Dirjen Migas Kementerian ESDM Laode Sulaeman di Stasiun Kandang Haur Timur (KHT), Jawa Barat, Sabtu (6/6).

Pipa Cisem merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dibangun sepenuhnya menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Kementerian ESDM dalam rangka mendukung ketahanan energi nasional.

Direktur Jenderal Migas Laode Sulaeman menyampaikan bahwa commissioning Cisem II merupakan capaian penting dalam pengembangan infrastruktur energi nasional.

"Setelah keberhasilan Cisem I, hari ini kita menyaksikan commissioning Cisem II yang semakin memperkuat integrasi jaringan pipa gas bumi nasional. Infrastruktur ini akan meningkatkan fleksibilitas penyaluran gas dan memperkuat keandalan pasokan energi. Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkolaborasi sehingga proyek strategis ini dapat diselesaikan dan dioperasikan dengan baik," ujar Laode dalam keterangan resmi.

Pipa Cisem II dibangun dengan panjang sekitar 242 kilometer yang menghubungkan Batang, Jawa Tengah, hingga Kandang Haur Timur, Jawa Barat, dan menjadi mata rantai penting dalam sistem transmisi gas bumi nasional.

Pelaksanaan commissioning di Kandang Haur Timur ini merupakan kelanjutan dari rangkaian commissioning yang telah dilakukan sebelumnya pada pertengahan Maret 2026 di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Jawa Tengah.

Tahapan ini dilaksanakan untuk memastikan kesiapan operasional sistem secara menyeluruh hingga terhubung dengan fasilitas operasi eksisting Pertagas di Kandang Haur Timur. Konektivitas jaringan transmisi gas bumi nasional akan semakin kuat dengan beroperasinya Pipa Cisem II.

Integrasi ini meningkatkan fleksibilitas penyaluran gas dari berbagai sumber pasokan menuju pusat-pusat permintaan energi, memperkuat keandalan sistem, serta mendukung pemanfaatan gas bumi domestik secara lebih optimal untuk memenuhi kebutuhan industri, pembangkit listrik, kilang, pupuk, dan sektor strategis lainnya.

Direktur Komersial PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk Aldiansyah Idham pada kesempatan tersebut juga menyampaikan bahwa commissioning Cisem II menjadi momentum penting bagi pengembangan sistem gas bumi nasional yang semakin terintegrasi.

"Commissioning Cisem II merupakan momentum yang telah lama dinantikan. Infrastruktur ini memungkinkan sistem penyaluran gas menjadi semakin fleksibel dan terintegrasi, sekaligus memperkuat keandalan pasokan energi nasional. Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi seluruh pemangku kepentingan dan menjadi milestone penting dalam optimalisasi pemanfaatan gas bumi untuk mendukung kebutuhan energi Indonesia," kata Aldiansyah.

Direktur Utama Pertagas Indra P Sembiring menyampaikan bahwa commissioning di Kandang Haur Timur menandai kesiapan operasional penuh sistem Cisem II yang kini telah terhubung dengan fasilitas operasi Pertagas.

"Sebagai operator yang ditunjuk oleh Kementerian ESDM, Pertagas telah menyiapkan sarana, prasarana, serta personel yang tersebar dari Jawa Timur hingga Jawa Barat untuk memastikan pengoperasian infrastruktur ini berjalan secara aman, andal, dan optimal. Kehadiran Cisem II akan semakin memperkuat konektivitas jaringan pipa gas bumi nasional serta meningkatkan fleksibilitas operasi sistem transmisi gas," pungkas Indra.

Sumber pasokan utama pada Pipa Cisem II pada tahap awal pengaliran gas berasal dari Lapangan Jambaran Tiung Biru (JTB). Kehadiran aliran gas dari JTB melalui interkoneksi terintegrasi ini diharapkan dapat langsung memacu produktivitas kawasan industri strategis, termasuk Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).

(ldy/ins)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK