Harga Buah Impor Makin Mahal Gara-gara Rupiah Amblas

CNN Indonesia
Kamis, 11 Jun 2026 13:52 WIB
Harga sejumlah bahan pangan ikut naik imbas dari pelemahan rupiah terhadap dolar AS, salah satunya buah-buahan impor yang dijual di beberapa pasar di Jakarta.
Harga sejumlah bahan pangan ikut naik imbas dari pelemahan rupiah terhadap dolar AS, salah satunya buah-buahan impor yang dijual di beberapa pasar di Jakarta. Ilustrasi. (iStockphoto/YelenaYemchuk).
Jakarta, CNN Indonesia --

Harga sejumlah bahan pangan ikut naik imbas dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, salah satunya buah-buahan impor yang dijual di beberapa pasar di Jakarta.

Sebagai informasi, nilai tukar rupiah berada di level Rp17.944 per dolar AS pada perdagangan Rabu (10/6) sore.

Bahkan, rupiah telah menyentuh level terlemah sepanjang sejarah Indonesia, yakni berada di level Rp18.188 per dolar AS pada perdagangan Senin (8/6) sore.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, di Pasar Perumnas Klender, Jakarta Timur, pada Rabu (10/6), harga anggur merah impor asal Australia dibanderol Rp100 ribu untuk setiap kantong plastik dari semula Rp80 ribu.

Sementara itu, untuk anggur hitam impor yang berasal dari Australia juga dijual lebih mahal seharga Rp120 ribu dari sebelumnya Rp100 ribu untuk setiap kantong plastik. Adapun untuk setiap kantong punya berat kurang lebih satu kilogram (kg).

Jali seorang pedagang buah di pasar tersebut menyebutkan harga buah-buahan impor cenderung naik sejak rupiah kian melemah.

"Harga buah-buah yang impor naik semua mas sejak sebulan terakhir, mungkin dampak dari dolar (AS) yang terus mahal ya kayaknya," ungkap Jali saat ditemui langsung, Rabu (10/6).

Selain anggur merah dan anggur hitam, ia juga menyebutkan harga apel merah dan pir yang impor dari China juga ikut naik. Kini, apel merah dijual seharga Rp50 ribu per kg dari semula Rp35 ribu, sedangkan pir dibanderol Rp40 ribu dari sebelumnya Rp30 per kg.

"Ini apel merah sama pir kan juga impor ya mas, nah itu ikut naik juga mas dari sananya (supplier)," sebutnya.

Kemudian, harga tempe dan tahu yang berbahan pokok kedelai impor dari tangan produsen ke pedagang juga ikut tergerus.

Namun, harga yang dijual ke masyarakat masih dijaga, yakni tempe seukuran balok kecil dijual Rp5.000, sedangkan balok besar Rp10 ribu. Untuk harga tahu putih kotak dijual Rp10 ribu per 10 buah, tahu kuning kotak dijual Rp8.000 per 10 buah.

Deni pedagang tempe dan tahu di pasar tersebut mengungkapkan saat ini keuntungan penjualannya menurun. Ia menyebutkan harga tempe yang dibeli dari pengrajin tempe seharga Rp3.500 dari sebelumnya Rp3.000.

"Keuntungan dari jual tempe saya berkurang sih mas, dulu setiap (tempe) balok kecil untuk Rp2.000, sekarang jadi untung Rp1.500," kata Deni.

Meski begitu, ia mengaku belum berani menaikkan harga untuk dijual ke masyarakat.

"Wah, kalau naikkan harga saya belum berani mas. Saya ikut penjual-penjual lainnya di sini juga. Kalau pada (penjual) naik, baru saya ikut naikin deh," tuturnya.

Deni pun bercerita sejak adanya kenaikan harga di pihak pengrajin, ia mulai memproduksi tahu putih kotak sendiri untuk dijual. Ia menambahkan untuk bahan baku kedelai yang dibeli seharga Rp16 ribu per kg.

"Saya sudah sebulanan terakhir produksi tahu sendiri mas. Buat kedelai sih saya bukan dari tangan pertama ya, terakhir saya dapat (kedelai) harga Rp16 ribu sekilonya," tambahnya.

Untuk tahu kuning yang ia jual, ia tetap membelinya dari pengrajin di harga Rp6.000 dari semula Rp5.000 sehingga marginnya pun berkurang.

"Tahu kuning sih ini kan asli Bandung ya katanya, jadi saya ambil dari orang (pengrajin). Dulu mah saya beli Rp5.000 per plastik isi 10 buah, sekarang Rp6.000," ujar Deni.

Hal serupa juga terjadi Pasar Penggilingan, Jakarta Timur. Harga buah-buahan impor juga naik. Harga anggur merah impor asal Australia dijual Rp110 ribu untuk setiap kantong plastik dari yang semula Rp85 ribu.

Sementara itu, untuk anggur hitam impor yang berasal dari Australia juga dijual lebih mahal seharga Rp125 ribu dari sebelumnya Rp100 ribu untuk setiap kantong plastik.

Harga apel merah dan pir yang berasal dari China juga naik. Saat ini, apel merah dijual seharga Rp60 ribu dari sebelumnya Rp40 ribu per kg, sedangkan harga pir adalah Rp45 ribu per kg dari semula Rp35 ribu.

Mega pedagang berbagai buah-buahan di pasar tersebut menyebutkan harga buah-buahan khususnya yang impor telah melonjak bersamaan dengan naiknya harga-harga kebutuhan lain.

"Iya dari suppliernya naik, ya mau nggak mau saya naikin juga buat dijual ke orang-orang mas daripada saya rugi. Apalagi harga-harga kebutuhan juga udah naik mas. Harga bensin juga hari ini naik kan mas? Pusing saya," cerita Mega.

Sementara itu, pedagang tempe dan tahu di Pasar Penggilingan, Jakarta Timur juga mengeluhkan hal yang sama. 

Ahmad, salah satu pedagang, terpaksa menjaga harga jual tahu dan tempe, meski keuntungannya turun.

Untuk harga tempe dijual Rp5.000 untuk seukuran balok kecil, sedangkan tahu putih kotak dijual Rp10 ribu per 8 buah.

"Saya sebelumnya dapat harga tempe dari pembuatnya di harga Rp3.000, sekarang mah Rp4.000. Ya lumayan mas keuntungan saya jadi berkurang Rp1.000," ujar Ahmad.

"Kalau tahu saya sebelumnya beli (dari pengrajin) harga Rp7.000, sekarang Rp8.000," lanjutnya.

[Gambas:Video CNN]

(fln/sfr) Add as a preferred
source on Google