Xbox PHK Karyawan Besar-besaran Bulan Depan

CNN Indonesia
Jumat, 12 Jun 2026 09:42 WIB
Divisi gim Microsoft, Xbox, dilaporkan tengah menyiapkan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran terhadap karyawan pada bulan depan. (Foto: istockphoto/juniorbeep)
Jakarta, CNN Indonesia --

Divisi gim Microsoft, Xbox, dilaporkan tengah menyiapkan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran terhadap karyawan pada bulan depan.

Langkah itu disebut akan dibarengi pemangkasan signifikan pada anggaran pemasaran dan sejumlah pos pengeluaran lainnya.

Laporan Bloomberg menyebut restrukturisasi tersebut akan menjadi perombakan besar pertama sejak Asha Sharma menjabat sebagai CEO Xbox pada Februari lalu. Hingga kini, Microsoft belum memberikan tanggapan resmi terkait laporan tersebut.

Rencana PHK muncul di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Xbox dalam beberapa tahun terakhir.

Strategi Microsoft yang bertumpu pada layanan berlangganan dan cloud gaming disebut belum mampu mengimbangi penurunan penjualan konsol, serta minimnya kehadiran gim-gim blockbuster yang menjadi penggerak utama bisnis.

Dalam surat elektronik internal kepada karyawan yang dikutip Bloomberg, Sharma mengungkapkan margin akuntabilitas Xbox telah turun menjadi 3 persen.

Di saat yang sama, perusahaan menghabiskan lebih dari US$20 miliar atau setara Rp359,12 triliun (asumsi kurs Rp17.956 per dolar AS) untuk pengembangan konten, platform, dan subsidi perangkat keras dalam lima tahun terakhir.

Meski investasi tersebut terus mengalir, pendapatan tahunan Xbox justru dilaporkan menyusut hampir US$500 juta atau Rp8,9 triliun dalam periode yang sama.

Sharma menyebut Xbox perlu membangun kembali infrastruktur platform yang dimiliki sekaligus mengevaluasi ulang portofolio bisnis perusahaan dalam beberapa bulan ke depan.

"Xbox perlu membangun kembali infrastruktur platform dan memikirkan ulang portofolio bisnisnya," demikian isi pesan internal yang dikutip dalam laporan tersebut.

Belum diketahui berapa jumlah karyawan yang akan terdampak dalam gelombang PHK tersebut. Namun, Bloomberg melaporkan langkah itu diperkirakan dilakukan tidak lama setelah tahun fiskal Microsoft berakhir pada 30 Juni mendatang.

Sejak Sharma memimpin Xbox, sejumlah perubahan strategi mulai dijalankan perusahaan. Pada April lalu, Microsoft menurunkan harga layanan Game Pass dan menghentikan kebijakan peluncuran hari pertama (day-one release) untuk judul-judul Call of Duty di masa mendatang melalui platform tersebut.

Kebijakan itu menjadi salah satu perubahan besar pertama yang diterapkan di bawah kepemimpinan baru Xbox, di tengah upaya perusahaan mencari formula baru untuk mengembalikan pertumbuhan bisnis gim mereka.

(del/pta)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK