PTBA Rombak Jajaran Direksi dan Komisaris

CNN Indonesia
Jumat, 12 Jun 2026 16:16 WIB
Alat berat merapikan tumpukan batu bara di area pengumpulan Dermaga Batu bara Kertapati milik PT Bukit Asam Tbk di Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (4/1/2022). Pemerintah mewajibkan perusahaan swasta, BUMN beserta anak perusahaan pertambangan untu
Selain perubahan susunan petinggi, pemegang saham PTBA juga menyetujui penggunaan laba bersih Perseroan Tahun Buku 2025 yang tercatat sebesar Rp2,93 triliun. (FOTO:ANTARA/NOVA WAHYUDI).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Bukit Asam (Persero) Tbk atau PTBA merombak jajaran direksi dan komisaris melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 pada Kamis (11/6).

Selain perubahan susunan petinggi, pemegang saham PTBA juga menyetujui penggunaan laba bersih Perseroan Tahun Buku 2025 yang tercatat sebesar Rp2,93 triliun.

Laba bersih tersebut digunakan untuk pembagian dividen tunai sebesar Rp1,32 triliun atau 45 persen. Sementara itu, sisa nya sebesar Rp1,61 triliun atau 55 persen ditetapkan sebagai saldo laba ditahan guna mendukung pengembangan usaha dan menjaga keberlanjutan bisnis Perseroan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Corporate Secretary PTBA Eko Prayitno mengatakan bahwa seluruh keputusan yang dihasilkan dalam RUPST mencerminkan komitmen Perseroan untuk menjaga keseimbangan antara pemberian nilai tambah kepada pemegang saham, penguatan struktur permodalan, dan keberlanjutan pengembangan usaha.

"Di tengah dinamika industri pertambangan dan energi, PTBA terus berupaya menjaga kinerja operasional yang optimal, meningkatkan efisiensi, memperkuat hilirisasi batu bara, serta mengembangkan berbagai inisiatif bisnis yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan dan penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan," ujar Eko dalam keterangan resmi yang dikutip dari keterbukaan informasi, Jumat (12/6).

Sepanjang 2025, PTBA membukukan pendapatan sebesar Rp42,65 triliun. Kinerja tersebut didukung oleh penjualan ekspor yang berkontribusi sebesar 46 persen dan domestik sebesar 54 persen.

[Gambas:Youtube]

Lima negara tujuan ekspor terbesar PTBA adalah Bangladesh, India, Vietnam, Korea Selatan, dan Filipina.

Dari sisi posisi keuangan, total aset Perseroan pada 31 Desember 2025 mencapai Rp43,92 triliun, meningkat 5 persen dibandingkan posisi akhir tahun 2024 sebesar Rp41,79 triliun. Peningkatan tersebut terutama didorong oleh kenaikan aset tidak lancar sebesar 12 persen atau sekitar Rp3,12 triliun.

RUPST juga menyetujui perubahan susunan pengurus Perseroan sebagai berikut:

Dewan Komisaris

Komisaris Utama/Independen: Ida Bagus Putu Dunia
Komisaris Independen: Dewi Hanggraeni
Komisaris Independen: Suko Hartono
Komisaris: Dalu Agung Darmawan
Komisaris: Zaelani
Komisaris: Ferial Martifauzi
Komisaris: Lana Saria

Dewan Direksi

Direktur Utama: Bambang Ismawan
Direktur Operasi dan Produksi: Ilham Yacob
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Una Lindasari
Direktur Sumber Daya Manusia dan Transformasi Korporasi: Hennita Sitepu
Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk: Turino Yulianto
Direktur Komersial dan Supply Chain: Mochammad Rifqi Hari Muji

(ldy/ins) Add as a preferred
source on Google