Gerard Wertheimer, Miliarder Senyap Pemimpin Chanel Berharta Rp704 T

Putri Kartika Utami | CNN Indonesia
Minggu, 14 Jun 2026 09:00 WIB
Gérard Wertheimer merupakan pewaris dan pemimpin rumah mode mewah, Chanel. Hartanya Rp704 triliun dari bisnis fesyen mewah hingga pacuan kuda. (Foto: CNNIndonesia/Alya Hendrahmi)
Jakarta, CNN Indonesia --

Botol parfum Chanel No. 5 mungkin hanya seukuran telapak tangan. Namun produk parfum mewah nan ikonis itu menjadi salah satu fondasi kerajaan bisnis bernilai puluhan miliar dolar AS milik Gérard Wertheimer.

Di balik kejayaan Chanel, rumah mode yang melahirkan parfum legendaris Chanel No. 5 dan tas-tas mewah incaran kalangan elite dunia, Gerard nyaris tak pernah muncul di majalah bisnis atau menjadi bahan perbincangan publik. Ia teguh mempertahankan reputasinya sebagai 'miliarder senyap', yang nyaris tak pernah memberikan wawancara.

Sumber utama kekayaan Gérard berasal dari Chanel, merek yang telah berkiprah hampir 100 tahun di industri barang mewah. Bersama kakaknya, Alain Wertheimer, ia memimpin perusahaan fesyen yang identik dengan kemewahan dan eksklusivitas tersebut.

Gerard lahir pada 17 April 1951 di Paris, Prancis dari keluarga Yahudi. Ia putra pengusaha sekaligus pemilik kuda pacu, Jacques Wertheimer, dan Eliane Fischer.

Kakeknya, Pierre Wertheimer, mendirikan Chanel bersama Coco Chanel pada 1924, kemudian memperoleh hak eksklusif untuk memasarkan parfum Chanel, termasuk Chanel No. 5 yang legendaris.

Chanel dikenal lewat desain-desain klasiknya seperti little black dress, tas quilted, dan setelan tweed. Setelan tweed berbahan kain wol tebal bertekstur kasar yang berasal dari tradisi busana Inggris dan Skotlandia. Dalam dunia Chanel, setelan tweed menjadi salah satu desain paling ikonik sejak diperkenalkan oleh Coco Chanel pada 1950-an.

Akar kekayaan keluarga Wertheimer bermula pada akhir abad ke-19, ketika buyut Gérard, Ernest Wertheimer, berinvestasi di perusahaan kosmetik dan parfum Bourjois. Fondasi bisnis itu semakin dikokohkan oleh Pierre Wertheimer pada 1924, dengan membentuk kemitraan dengan Coco Chanel untuk mendirikan Parfums Chanel.

Kesepakatan tersebut memberi keluarga Wertheimer hak mayoritas atas bisnis parfum Chanel, termasuk Chanel No. 5, salah satu parfum paling terkenal sepanjang sejarah. 

Setelah Jacques Wertheimer meninggal pada 1996, Gérard dan Alain mewarisi hampir 100 persen saham Chanel. Meski baru resmi menahkodai Chanel pada 1996, Gerard dan Alain sebenarnya sudah terlibat dalam pengelolaan perusahaan sejak awal 1980-an sebagai generasi penerus keluarga.

Mereka memodernisasi merek tersebut dengan menunjuk Karl Lagerfeld sebagai direktur kreatif pada 1983.

Lagerfeld lantas merevolusi citra Chanel tanpa menghilangkan identitas elegan khas Prancis yang dimilikinya. Peragaan busana Chanel menjelma menjadi peristiwa budaya yang memperkuat posisinya di industri fesyen mewah.

Chanel juga melakukan sejumlah akuisisi strategis. Misalnya, membeli perusahaan produsen jam tangan Swiss Bell & Ross dan pembuat sepatu Inggris G.J. Cleverley.

Di dalam perusahaan, Gérard lebih banyak menangani bisnis jam tangan. Ia memimpin divisi arloji Chanel dan menetap di Swiss.

Gerard menjadi sosok penting di balik kesuksesan koleksi jam tangan J12 yang diluncurkan pada 2000. Jam tangan berbahan keramik berteknologi tinggi itu menjadi salah satu produk paling sukses Chanel di luar dunia fesyen dan parfum, sekaligus memperkuat posisi Chanel di pasar jam mewah.

Alain dan Gerard menyulap Chanel menjadi kerajaan barang mewah dunia, dengan memperluas bisnis dari parfum ke haute couture, busana siap pakai, aksesori, perhiasan, dan produk kecantikan. Chanel berkembang menjadi salah satu merek mewah paling bernilai di dunia, sejajar Louis Vuitton, Gucci, dan Hermès.

Pada 2025, Chanel membukukan pendapatan tahunan lebih dari US$15 miliar dengan penjualan kuat di Eropa, Amerika Serikat, dan Asia.

Berbeda dengan rival-rivalnya, Gérard dan Alain mempertahankan Chanel sebagai perusahaan tertutup. Dengan status private company, keduanya dapat fokus pada pertumbuhan jangka panjang tanpa tekanan dari pemegang saham publik.

Selain Chanel, Gérard dan keluarganya mengelola kantor investasi keluarga bernama Mousse Partners yang berbasis di Bermuda. Melalui perusahaan ini mereka berinvestasi di berbagai sektor, mulai dari kosmetik, produk konsumen, hingga real estat.

Keluarga Wertheimer juga memiliki sejumlah perkebunan anggur prestisius di Prancis, seperti Château Rauzan-Ségla dan Château Canon, serta kebun anggur di Napa Valley, Amerika Serikat.

Di luar bisnis, Gérard merupakan pecinta balap kuda. Bersama Alain, ia mengelola kandang balap Wertheimer et Frère yang telah melahirkan sejumlah kuda juara dunia, termasuk Goldikova yang mencetak sejarah dengan tiga gelar beruntun Breeders' Cup Mile.

Forbes menaksir kekayaan Gérard Wertheimer mencapai US$39,6 miliar atau sekitar Rp704 triliun (asumsi kurs Rp17.779 per dolar AS).

Angka tersebut menempatkan Gérard Wertheimer di jajaran orang terkaya sejagat raya, di peringkat ke-52 versi Forbes.

Meski memiliki kekayaan puluhan miliar dolar AS, Gérard dikenal menjalani kehidupan yang sangat tertutup. Ia jarang menghadiri acara publik, tidak punya media sosial, serta nyaris tak pernah memberikan wawancara.

Gérard bahkan dijuluki silent billionaire atau miliarder senyap karena gaya hidupnya yang sangat tertutup. Ia diketahui telah menikah dan memiliki dua anak.

(pta)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK