Target Investasi 2027 Naik, Rosan Usulkan Tambah Anggaran
Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengusulkan penambahan anggaran 2027 ke DPR RI sebesar Rp578 miliar.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengatakan usulan penambahan anggaran itu untuk mendukung pencapaian target realisasi investasi dari Penyertaan Modal Asing (PMA) dan Penyertaan Modal Dalam Negeri (PMDN) pada 2027 sebesar Rp2.322 triliun, naik 13,8 persen dari 2026 sebesar Rp2.041,3 triliun.
Rosan mengungkap pihaknya sudah mengusulkan pagu anggaran 2027 dalam Rancangan Awal Rencana Kerja Tahun 2027 sebesar Rp2,19 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan Surat Bersama Pagu indikatif Menteri PPN/Kepala Bappenas Nomor B-385/D.9/PP.04.03/05/2026 dan Menteri Keuangan Nomor S-228/MK.03/2026 tanggal 7 Mei 2026, pagu indikatif yang tercantum sebesar Rp625,14 miliar.
"Pagu indikatif tahun anggaran 2027 yang kami terima adalah sebesar Rp625,14 miliar atau turun 37,6 persen dari alokasi anggaran tahun 2026. Angka ini baru memenuhi 52 persen kebutuhan kementerian sebesar Rp1,2 triliun secara minimal," ujar Rosan.
Oleh karena itu, ia mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp578,93 miliar agar bisa mencapai kebutuhan minimal anggaran Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM tahun 2027 dapat terpenuhi sebesar Rp1,2 triliun.
Dengan rincian, program dukungan manajemen sebesar Rp579,94 miliar serta program penanaman modal dan hilirisasi sebsar Rp624,12 miliar.
Ada enam program strategis Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM pada 2027. Salah satu programnya adalah pengembangan sistem perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik atau Online Single Submission (OSS).
BKPM berencana mengembangkan OSS V2.0 yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), big data, dan blockchain. Pengembangan ini ditujukan untuk meningkatkan akurasi, transparansi, serta keandalan sistem perizinan investasi.
as a preferred source on Google