Prabowo Jawab Kritik Media Asing soal MBG hingga Pertumbuhan Ekonomi
Presiden Prabowo Subianto merespons artikel media asing The Economist berjudul "Archipelagoing fast" yang terbit pada 16 Mei. Artikel ini ramai dibicarakan di media sosial.
Prabowo kemudian merespons sejumlah kritikan dalam artikel tersebut dalam tulisan yang diterbitkan The Economist pada 10 Juni 2026.
Dalam balasannya, Prabowo menegaskan dirinya terbuka terhadap kritik dan menilai kritik merupakan bagian penting dalam demokrasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kritik adalah sesuatu yang bisa kita hindari dengan mudah, yaitu dengan tidak mengatakan apa-apa, tidak melakukan apa-apa, dan tidak menjadi apa-apa," ujar Prabowo dikutip dari situs The Economist pada Senin (15/6).
Prabowo mengatakan setelah puluhan tahun berkarier di militer, kehidupan publik, dan politik, ia semakin memahami makna dari ungkapan tersebut.
Menurut dia, kritik bukan hanya sesuatu yang sehat dalam demokrasi, tetapi juga penting.
"Saya selalu membiasakan diri untuk mencermati setiap kritik yang ditujukan kepada pemerintahan saya dan menilainya berdasarkan fakta, hasil yang dicapai, serta realitas yang dihadapi masyarakat," ujar Prabowo.
Ia juga menegaskan kepercayaannya terhadap sistem demokrasi. Menurut dia, demokrasi memang tidak sempurna, tetapi tetap menjadi sistem terbaik yang tersedia saat ini.
Prabowo kemudian menyinggung perjalanan politiknya yang telah mengikuti kontestasi pemilihan presiden sebanyak lima kali sejak 2004 sebelum akhirnya terpilih pada Pilpres 2024.
"Saya memahami betul bahwa legitimasi demokrasi diperoleh melalui kesabaran, kepercayaan publik, dan penghormatan terhadap kehendak rakyat," ujar Prabowo.
Prabowo kemudian mengatakan tanggung jawab sebagai pemerintah adalah kepada rakyat Indonesia, bukan hanya 90 juta orang yang memilih dia ketika Pilpres 2024.
"Kami harus bekerja untuk masa depan bersama dan menjalankan program yang menjadi dasar kemenangan kami dalam pemilu, sebagaimana seharusnya dilakukan setiap pemerintahan demokratis," ujar Prabowo.
Bela Program Makan Bergizi Gratis
Dalam tulisannya, Prabowo juga menanggapi kritik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Saya heran melihat begitu mudahnya orang mengkritik program makan bergizi gratis," ujar Prabowo.
Padahal, menurut dia, Indonesia memiliki tantangan serius terkait masalah gizi, termasuk tingginya angka stunting pada anak-anak.
Prabowo mengatakan sulit baginya mengabaikan fakta bahwa satu dari lima anak Indonesia mengalami stunting akibat kekurangan gizi. Selain itu, jutaan ibu hamil dan balita juga belum mendapatkan asupan gizi yang memadai.
Ia menegaskan MBG bukan kebijakan yang radikal karena lebih dari 100 negara telah menjalankan program bantuan gizi atau makan sekolah dalam berbagai bentuk.
"Indonesia tidak sedang menjalankan sesuatu yang radikal atau tidak lazim. Kami sedang mengatasi tantangan nasional yang secara langsung memengaruhi kesehatan, produktivitas, dan daya saing rakyat di masa depan," ujar Prabowo.
Selain MBG, Prabowo juga mengungkap berbagai program pemerintah lainnya seperti peningkatan kualitas rumah sakit, pemeriksaan kesehatan gratis, revitalisasi sekolah, pembangunan Sekolah Rakyat untuk anak dari keluarga miskin, hingga pembentukan Danantara.
"Kami telah berjanji kepada rakyat Indonesia untuk menjalankan program-program tersebut dan kami bekerja keras untuk menunaikan janji itu," ujar Prabowo.
Singgung Koperasi Desa dan Nasib Petani
Prabowo juga menyinggung bagaimana sering muncul kesalahpahaman dalam pembahasan mengenai agenda ekonomi pemerintahannya yang lebih luas.
"Ketika sebagian pengkritik melihat adanya intervensi yang berlebihan, saya justru melihat petani yang terjebak oleh tengkulak, nelayan yang terjebak pinjaman berbunga tinggi, dan keluarga di pedesaan yang harus membayar mahal untuk barang bersubsidi," ujar Prabowo.
Ia mengatakan sistem lama lebih banyak menguntungkan perantara, sedangkan produsen tetap berada dalam posisi lemah.
Ia pun memilih jalan berbeda, yakni memberdayakan produsen dengan memperpendek rantai pasok, memperluas akses kredit murah, serta memperkuat ketahanan pangan dan energi.
Oleh karena itu, pemerintah menjalankan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan memangkas berbagai regulasi yang dinilai menghambat distribusi pupuk bersubsidi.
Prabowo mengungkapkan pemerintah telah menyederhanakan 145 aturan terkait distribusi pupuk menjadi satu Peraturan Presiden, sehingga penyaluran dapat dilakukan lebih cepat.
Selain itu, pemerintah juga menyalurkan lebih dari 77 ribu pompa air untuk mendukung produktivitas pertanian dan menaikkan harga pembelian gabah guna melindungi pendapatan petani.
"Saat ini, nilai tukar petani telah mencapai level tertinggi dalam 34 tahun terakhir. Ini bukan teori ekonomi yang abstrak. Ini adalah perbaikan nyata dalam kehidupan masyarakat," ujar Prabowo.
Prabowo mengatakan rakyat membutuhkan hasil dan membutuhkannya dengan cepat. Ia pun telah meminta kepolisian dan TNI membantu memberikan hasil nyata kepada rakyat, mulai dari rehabilitasi wilayah Sumatra pasca-banjir besar, pembangunan jembatan, hingga mendukung ketahanan pangan.
Bersambung ke halaman berikutnya...
Add
as a preferred source on Google