Prabowo Jawab Kritik Media Asing soal MBG hingga Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan Ekonomi RI di Antara Negara G20
Prabowo mengakui Indonesia saat ini menghadapi tantangan global yang tidak ringan akibat perang dan ketegangan geopolitik yang memicu gejolak di pasar energi, pangan, dan keuangan dunia.
Meski demikian, ia menilai perekonomian Indonesia tetap tangguh.
Prabowo menyebut Indonesia mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di antara negara-negara G20 pada kuartal I 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prabowo lalu mengatakan selama bertahun-tahun Indonesia tumbuh sekitar 5 persen dan itu belum cukup. Ia pun menargetkan pertumbuhan 8 persen.
Prabowo mengatakan pemerintahannya tidak akan mencapainya dengan melakukan hal yang sama seperti sebelumnya. Bagi dia, puas dengan kondisi saat ini berarti stagnasi dan itu bukan jalan yang akan pemerintahannya pilih.
Selain itu, defisit anggaran tetap terjaga di bawah 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), sedangkan utang Indonesia terhadap PDB masih lebih rendah dibandingkan banyak negara maju.
Menurut dia, pemerintah juga telah memangkas belanja yang tidak efisien lebih dari Rp300 triliun, memperkuat digitalisasi perpajakan, memperbaiki tata kelola ekspor, dan memperketat pengawasan terhadap penyelundupan.
Selain itu, Prabowo mengatakan pemerintahannya terus berinvestasi untuk memperkuat kedaulatan dan ketahanan jangka panjang Indonesia.
Pemerintahannya disebut telah mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar melalui biodiesel B50, mempercepat pengembangan kendaraan listrik, memperluas penggunaan energi surya, membangun kilang baru dan cadangan bahan bakar strategis, serta melegalkan produksi minyak rakyat agar produsen kecil dapat masuk ke sektor ekonomi formal.
Bantah Tuduhan Kemunduran Demokrasi
Prabowo juga menyinggung tudingan kemunduran demokrasi yang belakangan muncul terhadap pemerintahannya.
Ia menegaskan Indonesia adalah negara demokrasi dan akan tetap menjadi negara demokrasi.
"Saya terpilih oleh lebih dari 90 juta rakyat Indonesia melalui pemilu yang bebas dan adil, dan saya merasa terhormat menerima suara lebih banyak dibandingkan pemimpin mana pun di dunia," ujar Prabowo.
Ia mengatakan dalam budaya Indonesia, kerja sama lebih diutamakan daripada perpecahan politik yang permanen dan kerendahan hati lebih dihargai daripada permusuhan politik yang berkepanjangan.
"Apakah Indonesia harus meniru polarisasi, kepahitan, dan kebuntuan yang semakin terlihat di sebagian negara Barat hanya untuk membuktikan dirinya cukup demokratis? Kami memilih jalan yang berbeda," ujar Prabowo.
Prabowo percaya demokrasi harus menghasilkan stabilitas, kesantunan, dan kemajuan, bukan kebuntuan.
Ia mengatakan sejarah tidak akan menilai Indonesia berdasarkan seberapa elegan mempertahankan status quo.
"Sejarah akan menilai kami berdasarkan apakah kami mampu menyelesaikan masalah nyata yang dihadapi rakyat," ujar Prabowo.
Ia mengakui ada sejumlah kesalahan dan tindakan individu yang mungkin tidak sepenuhnya sejalan dengan prinsip maupun niat dia, sehingga memunculkan persepsi negatif di luar negeri, termasuk tudingan kemunduran demokrasi di bawah kepemimpinannya.
Namun, menurut dia, Indonesia tidak bisa dinilai hanya dari sejumlah insiden yang terpisah.
"Indonesia seharusnya dinilai bukan dari insiden terpisah atau karikatur yang disederhanakan, melainkan dari kekuatan institusinya, keterbukaan masyarakatnya, dan kesejahteraan rakyatnya," ujar Prabowo.
"Indonesia tidak takut terhadap pengawasan," sambungnya.
Menurut dia, pengkritik akan meminta pertanggungjawaban pemerintahannya dan memang itulah yang dianggap seharusnya mereka lakukan. Prabowo kemudian mengatakan kalau dia menghargai media.
"Mungkin saya adalah presiden Indonesia pertama yang menjalani wawancara terbuka selama empat jam tanpa naskah, bukan sekali, melainkan dua kali," ujar Prabowo.
Ia paham kepemimpinan dalam demokrasi menuntut keterbukaan, akuntabilitas, dan kesediaan menjawab pertanyaan-pertanyaan sulit secara langsung.
"Sebagai pemerintah, kami akan menjawab kritik bukan dengan retorika, melainkan dengan hasil yang dapat diukur oleh siapa pun, di mana pun. Inilah jalan yang kami pilih," ujar Prabowo.
(dhz/sfr) Add
as a preferred source on Google