Banggar Sepakat Target Lifting Minyak hingga 620 Ribu Bph 2027

CNN Indonesia
Kamis, 18 Jun 2026 03:30 WIB
Pekerja PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mengecek proses pengapalan lifting minyak mentah produksi PHR di Dumai Terminal Oil Wharf, Dumai, Riau, Rabu (22/12/2021). Pasca alih kelola Blok Rokan pada 9 Agustus 2021 yang lalu, PHR telah melakukan pengapala
Badan Anggaran (Banggar) DPR RI menyepakati target lifting minyak bumi Indonesia pada 2027 berada di kisaran 605 ribu hingga 620 ribu barel per hari (bph). Ilustrasi. (ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI).
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Anggaran (Banggar) DPR RI menyepakati target lifting minyak bumi Indonesia pada 2027 berada di kisaran 605 ribu hingga 620 ribu barel per hari (bph).

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan usulan pemerintah dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027 yang mematok lifting minyak sebesar 602 ribu hingga 615 ribu bph.

Sementara itu, target lifting gas bumi disepakati sebesar 951 ribu hingga 990 ribu barel setara minyak per hari (BOEPD), naik dari usulan awal pemerintah sebesar 934 ribu hingga 977 ribu BOEPD.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Lifting minyak bumi dari 602 ribu-615 ribu menjadi 605 ribu-620 ribu bph. Ada perubahan, lifting gas bumi ribu barel setara minyak per hari 934 (ribu boepd)-977 (ribu boepd) menjadi 951 (ribu boepd)-990 (ribu boepd)," ujar Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (17/6).

Selain menaikkan target lifting migas, Panitia Kerja (Panja) Banggar DPR juga mendorong pemerintah meningkatkan produksi minyak dan gas bumi domestik guna memperkuat kemandirian energi nasional.

Dalam dokumen hasil pembahasan Panja Asumsi Makro RAPBN 2027, DPR menilai peningkatan produksi migas perlu didukung dengan penguatan investasi di sektor hulu migas (upstream).

"Untuk itu, pemerintah perlu mendorong peningkatan investasi migas pada level upstream. Menambah kapasitas produksi dari sumur-sumur lama, namun juga meningkatkan produksi dengan sumur-sumur migas baru," tulis Panja dalam dokumen tersebut.

DPR menilai peningkatan lifting migas menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor energi sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian global.

Dalam rapat tersebut, Banggar DPR juga menyepakati asumsi harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) pada 2027 berada di kisaran US$70 hingga US$95 per barel.

Rentang ICP tersebut ditetapkan dengan mempertimbangkan dinamika pasar energi global dan potensi gejolak geopolitik yang masih membayangi perdagangan minyak dunia.

[Gambas:Video CNN]

(lau/sfr) Add as a preferred
source on Google