BI Rate Naik, Airlangga Harap Bank Tak Buru-buru Naikkan Bunga Kredit

CNN Indonesia
Jumat, 19 Jun 2026 11:41 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Hotel Mulia Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (28/4).
Airlangga berharap perbankan, khususnya Himbara tidak terburu-buru menaikkan suku bunga kredit di tengah naiknya suku bunga acuan atau BI rate. (FOTO:CNN Indonesia/Dela Naufalia Fitriyani).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto berharap perbankan, khususnya Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) tidak terburu-buru menaikkan suku bunga kredit di tengah naiknya suku bunga acuan atau BI rate.

"Diharapkan tentu Himbara tidak terlalu cepat juga untuk menaikkan," kata Airlangga di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (18/6).

Pernyataan tersebut disampaikan usai Presiden RI Prabowo Subianto mengumpulkan jajaran direksi dan komisaris Himbara di Istana Kepresidenan Jakarta, kemarin. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Airlangga juga menyebut Prabowo memberikan penekanan terhadap seluruh jajaran direksi dan komisaris Himbara agar mereka menjalankan perannya sebagai agen pembangunan.


Sementara itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO BPI Danantara Rosan Roeslani menyampaikan bahwa Himbara merupakan komponen penting dalam pertumbuhan perekonomian Indonesia.

Ia menyebut bank-bank BUMN itu tidak semata-mata sebagai entitas bisnis, tapi juga memiliki pengaruh dalam menentukan arah kebijakan perekonomian nasional. Untuk itu, ia menekankan Himbara tak bisa hanya mengejar keuntungan belaka. Tapi juga harus membawa dampak positif terhadap masyarakat.

Rosan juga menyampaikan bahwa Prabowo menekankan asas kehati-hatian dalam menjalankan bisnis Himbara.

[Gambas:Youtube]

"Justru usaha kecil menengah ini yang kadangkala mendapatkan suku bunga lebih tinggi dari korporasi malah harus di level yang sama, bahkan harus lebih rendah," ujarnya.

Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode 17-18 Juni 2026.

Begitu juga dengan suku bunga deposit facility dinaikkan sebesar 25 bps menjadi 4,75 persen dan suku bunga lending facility naik sebesar 25 bps menjadi 6,50 persen.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan kenaikan ini merupakan langkah stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian global, serta sebagai langkah preemptive untuk menjaga inflasi 2026-2027 tetap berada di kisaran 2,5 plus minus 1 persen yang ditetapkan pemerintah.

"Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 17 dan 18 Juni 2026 memutuskan untuk menaikkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75 persen," ujar Perry dalam konferensi pers, Kamis (18/6).

(mnf/ins) Add as a preferred
source on Google