APQ Awards 2026: Inovasi Minyak Jelantah hingga Limbah Makanan

Pertamina | CNN Indonesia
Sabtu, 20 Jun 2026 09:44 WIB
(Foto: dok Pertamina)
Jakarta, CNN Indonesia --

Puncak Annual Pertamina Quality (APQ) Awards 2026 di Ballroom Grha Pertamina, Jakarta pada Senin (15/6), dipenuhi ratusan ide brilian yang lahir dari para pekerja PT Pertamina (Persero). Ide itu mulai mengolah minyak jelantah menjadi bahan bakar pesawat masa depan, hingga meracik limbah makanan menjadi pelindung alat bor yang mampu menghemat biaya operasi hingga miliar rupiah.

Digelar untuk ke-16 kalinya, tahun ini ajang adu gagasan yang mengusung tema "Elevating Talent, Accelerating Innovation, and Delivering Enterprise Value" itu diikuti oleh 915 perwira Pertamina yang tergabung dalam 120 gugus (kelompok) inovasi.

Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) Pertamina, Andy Arvianto, optimistis bahwa ratusan inovasi di APQ Awards 2026 akan memberikan dampak signifikan melebihi efisiensi proses kerja. Selain memperbaiki proses internal perusahaan, upaya ini juga bertujuan meningkatkan nilai perusahaan melalui efisiensi biaya, keandalan operasional, dan penguatan kompetensi talenta.

"Ajang ini bukan sekedar ajang kompetisi untuk talenta perusahaan semata, namun menjadi instrumen strategis yang menjadi cermin kondisi inovasi dan mutu di setiap entitas Pertamina Grup. Hasil penilaian APQ Awards, akan menjadi data dan insight bagi manajemen untuk memetakan kekuatan, gap, dan peluang improvement di seluruh lini organisasi," kata Andy.

Sejalan dengan tema "Elevating Talent, Accelerating Innovation, and Delivering Enterprise Value", APQ Awards turut mengambil peran sebagai akselerator transformasi, mendorong setiap entitas untuk mencapai sistem yang utuh, sustainability dan governance yang semakin matang dari tahun ke tahun.

Pada 2026, dewan juri APQ Awards menganugerahkan penghargaan tertinggi Platinum kepada 40 gugus, disusul predikat Gold untuk 53 gugus, dan Silver untuk 27 gugus.

Salah satu bintang tahun ini adalah jawaban Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap atas transisi energi global, di mana tim sukses mengembangkan Sustainable Aviation Fuel (SAF), bahan bakar ramah lingkungan untuk pesawat terbang, yang diolah dari minyak jelantah. Terobosan ini menjadi langkah konkrit Pertamina dalam membangun bisnis rendah karbon, dan mengejar target Net Zero Emission.

Sementara, tim dari PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) berhasil meraih predikat Platinum lewat inovasi 'Skin Care' untuk peralatan rig. Mereka membuat inovasi cairan anti-karat untuk alat pegeboran yang diolah dari limbah makanan.

Manager Organization & Quality Management PT PDSI, Riyan Tamara menyampaikan, inovasi 'Skin Care' lahor dari kerasnya tantangan di lapangan. Inovasi ini tercatat memberikan nilai penghematan fantastis bagi perusahaan, mencapai Rp81 miliar.

"Inovasi 'Skin Care' ini lahir dari kerasnya tantangan di lapangan. Alat pemboran kami sangat rentan terkena karat. Lewat bahan baku ramah lingkungan ini, kami tidak hanya menjaga kualitas alat, tapi juga menekan potensi pencemaran lingkungan sekaligus mengurangi beban limbah," ujar Riyan.

VP Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, memastikan bahwa ide-ide cemerlang para pekerja tidak berhenti sampai di panggung penghargaan. Seluruh inovasi disebut akan masuk ke dalam sistem knowledge management perusahaan, agar bisa diduplikasi di unit-unit operasi di seluruh Indonesia.

"Amanah untuk menjaga ketahanan energi nasional harus diiringi dengan proses bisnis yang terus berinovasi-lebih cepat, efektif, dan optimal. Keberlanjutan inovasi ini akan kami pantau ketat melalui sustainability audit pasca-kompetisi, agar dampaknya benar-benar dirasakan dalam jangka panjang," tutup Baron.

(rea/rir)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK