Pupuk Indonesia Jamin Ketersediaan Stok Pupuk Bersubsidi di Gorontalo

CNN Indonesia
Kamis, 25 Jun 2026 13:02 WIB
Stok pupuk bersusidi untuk wilayah Cilacap, Jawa Tengah aman.
PT Pupuk Indonesia memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi bagi petani di Provinsi Gorontalo dalam kondisi aman, atau sesuai dengan ketentuan. (Dok. Istimewa).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi bagi petani di Provinsi Gorontalo dalam kondisi aman, atau sesuai dengan ketentuan. Stok ini sebagai upaya Pupuk Indonesia dalam mendukung produktivitas pertanian dan program swasembada pangan nasional.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Andi Nur Alam Syah, menyampaikan apresiasinya kepada Pupuk Indonesia, karena mampu menjalankan amanah menyalurkan pupuk bersubsidi hingga petani dengan baik. Ia menambahkan, titik kritis pada faktor produksi pertanian salah satunya ada pada distribusi pupuk bersubsidi.

"Kita jaga kinerja Pupuk Indonesia. Kami selalu memonitor pendistribusian pupuk bersubsidi hingga di tangan petani. Monitoring ini bertujuan meminimalisasi kendala di lapangan, sehingga produktivitas pertanian dapat dijaga. Dengan pembenahan-pembenahan yang telah dilakukan, Insya Allah di tahun 2026 ini kita bisa melanjutkan swasembada," ujar Andi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara Direktur Supply Chain Pupuk Indonesia, Robby Setiabudi Madjid, mengatakan saat ini Pupuk Indonesia telah menyiapkan stok pupuk subsidi dan nonsubsidi sebesar 1,2 juta ton. Adapun, rinciannya pupuk subsidi sebanyak 876.989 ton dan nonsubsidi 342.665 ton. Jumlah tersebut setara dengan kebutuhan penebusan pupuk bersubsidi nasional selama sekitar 20 hari ke depan, sehingga berada pada level yang aman untuk memenuhi kebutuhan petani, termasuk di Provinsi Gorontalo.

"Kami pastikan pupuk bersubsidi tersedia dan dapat diakses petani sesuai ketentuan yang berlaku. Kami juga terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, serta seluruh mitra penyalur agar distribusi pupuk bersubsidi berjalan lancar dan tepat sasaran," ujar Robby dalam kegiatan PILAR TANI dengan agenda Sosialisasi Kebijakan Tata Kelola Pupuk Bersubsidi dan Pemupukan Berimbang di Gorontalo, Senin (22/6).

Stok per tanggal 20 Juni 2026 ini terdiri dari pupuk Urea 561.588 ton, NPK Phonska 236.654 ton, NPK Kakao 11.632 ton, SP-36 17.573 ton, ZA 2.871 ton, dan pupuk organik 46.673 ton. Ia menambahkan, Pupuk Indonesia juga melakukan monitoring harian terhadap ketersediaan stok hingga tingkat Penerima Pada Titik Serah (PPTS). Pengawasan ini untuk memastikan pupuk selalu tersedia saat dibutuhkan petani.

"Selain menjamin ketersediaan pupuk, Pupuk Indonesia terus mendukung implementasi tata kelola pupuk bersubsidi yang lebih sederhana, efektif, dan responsif sesuai regulasi terbaru pemerintah. Harapannya layanan kepada petani semakin cepat serta ketepatan sasaran pupuk bersubsidi semakin meningkat," ujar Robby.

Kemudahan akses dan ketersediaan pupuk bersubsidi yang cukup mendukung tingginya serapan pupuk oleh petani di seluruh Indonesia. Hingga 20 Juni 2026, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi secara nasional telah mencapai 4.611.695 ton atau 46,84 persen dari alokasi nasional sebesar 9.845.686 ton.

Khusus serapan di Gorontalo, pada periode yang sama mencapai 42.398 ton. Jumlah ini setara dengan 21 persen dibandingkan dengan alokasi 2026 sebesar 206.284 ton.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Pupuk Indonesia juga mengajak petani untuk menerapkan pemupukan berimbang sesuai dosis anjuran guna. Dorongan ini untuk meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk, menjaga kesuburan tanah, serta mendukung peningkatan produktivitas pertanian secara berkelanjutan.

"Melalui sinergitas, Pupuk Indonesia optimistis ketersediaan dan penyaluran pupuk bersubsidi di Gorontalo dapat terus terjaga sehingga mampu mendukung peningkatan produksi pertanian dan ketahanan pangan nasional," tutup Robby.

(tim) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]