Rupiah Lunglai ke Rp17.943 per Dolar AS Sore Ini

CNN Indonesia
Kamis, 25 Jun 2026 16:06 WIB
Nilai tukar rupiah ditutup melemah 0,05 persen ke Rp17.943 per dolar AS pada perdagangan Kamis (25/6) sore. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Nilai tukar rupiah ditutup di posisi Rp17.943 per dolar AS pada perdagangan Kamis (25/6) sore. Mata uang Garuda melemah 9 poin atau 0,05 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.

Mayoritas mata uang Asia yang menguat terhadap dolar AS. Ringgit Malaysia memimpin penguatan dengan naik 0,52 persen, diikuti peso Filipina 0,36 persen, won Korea Selatan 0,20 persen, yuan China 0,14 persen, dan dolar Singapura 0,08 persen.

Sementara itu, yen Jepang bergerak berlawanan dengan melemah 0,02 persen dan Dolar Hong Kong terpantau stabil.

Di kelompok mata uang negara maju, mayoritas juga menguat terhadap dolar AS. Franc Swiss naik 0,18 persen, poundsterling Inggris menguat 0,14 persen, dolar Kanada bertambah 0,04 persen, euro Eropa naik 0,02 persen, dan dolar Australia menguat tipis 0,01 persen.

Analis mata uang Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan indeks dolar AS terjadi seiring meredanya kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global setelah arus pengiriman minyak melalui Selat Hormuz kembali pulih pasca-kesepakatan penghentian konflik antara Iran dan Israel.

Ia mencatat Menteri Energi AS Chris Wright menyebut sedikitnya 20 juta barel minyak telah melewati Selat Hormuz dalam 24 jam terakhir. Menurut Ibrahim, kondisi itu turut menekan harga minyak dunia dan mengurangi premi risiko geopolitik di pasar.

"Kesepakatan tersebut menetapkan periode negosiasi selama 60 hari untuk menangani isu-isu yang lebih sulit, termasuk program nuklir Iran. Minyak diperkirakan tetap mengalir melalui Selat Hormuz meski kesepakatan tersebut nantinya tidak berlanjut," ujar Ibrahim kepada dalam keterangannya.

Dari dalam negeri, Ibrahim menilai fundamental ekonomi Indonesia masih relatif kuat di tengah ketidakpastian global. Ketergantungan impor minyak Indonesia dari Timur Tengah kini disebut hanya sekitar 20 persen setelah pemerintah melakukan diversifikasi pasokan dari sejumlah negara lain.

Ia juga menyoroti pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61 persen pada kuartal I 2026, posisi cadangan devisa yang mencapai US$144,9 miliar pada akhir Mei, serta realisasi investasi Rp498,8 triliun yang dinilai menjadi penopang stabilitas ekonomi nasional.

Meski demikian, Ibrahim mengingatkan tren surplus neraca perdagangan yang terus menyusut perlu menjadi perhatian pemerintah.

"Meski berhasil mencatat surplus selama 72 bulan berturut-turut, tren surplus tersebut kian menipis sehingga pemerintah perlu terus mendorong sektor-sektor penghasil devisa, salah satunya pariwisata," ujarnya.

Ia memperkirakan pergerakan rupiah pada perdagangan Jumat (26/6) akan bergerak fluktuatif namun berpeluang menguat dalam rentang Rp17.940 hingga Rp17.990 per dolar AS.

(lau/sfr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK