Terminal 'Preman Pensiun' di Bandung Ditutup, Pedagang Masih Bertahan
Sebuah era baru layanan transportasi umum di Kota Bandung, Jawa Barat (Jabar) dimulai setelah Terminal Cicaheum ditutup, Jumat (26/6).
Per hari itu terminal yang sudah beroperasi sejak 1975 itu resmi menghentikan seluruh layanan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP). Lahan bekas terminal Cicaheum bakal disulap sebagai bagian dari penataan kawasan dan persiapan pengembangan layanan Bus Rapid Transit (BRT).
Dalam budaya populer, terminal Cicaheum ini dikenal sebagai salah satu tempat pengambilan gambar untuk serial televisi 'Preman Pensiun'. Beberapa titik ikonik dari terminal tersebut di serial televisi yang dulu digawangi dua almarhum aktor kawakan Didi Petet dan Epy Kusnandar itu di antaranya adalah kawasan warung, parkir bus, serta tempat ngetem angkutan kota alias angkot.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung kini mengalihkan seluruh operasional rute tersebut ke Terminal Leuwipanjang yang berjarak sekitar 9 kilometer dari Terminal Cicaheum. Masih ada saja bus yang transit untuk menaikkan dan menurunkan penumpang, namun secara keseluruhan kawasan dalam terminal itu sudah lengang.
Mengutip dari detikJabar, para pedagang juga terlihat masih tetap bertahan di lapak mereka.
Salah satunya, Roroh, pemilik warung makan di dalam terminal itu. Dia dan kawan-kawan sesama pedagang di sana mengaku sudah mengetahui kebijakan penutupan layanan bus tersebut dan menyatakan kesiapannya untuk meninggalkan lokasi.
Namun hingga saat ini mereka asih bertahan karena belum menerima kompensasi dari Pemerintah Kota Bandung.
"Ya tahu (Terminal Cicaheum tak beroperasi), masih diperbolehkan jualan karena belum diberikan konpensasi," kata Roroh, Jumat (26/6) sore kemarin.
Perempuan asal Tasikmalaya itu telah lama menetap di Bandung, dan sudah 15 tahun berjualan di Terminal Cicaheum. Lokasi itu telah menjadi sumber penghidupan utamanya.
"Jualan sudah 15 tahun di sini, bareng anak saja," ujar Roroh.
Roroh mengaku akan tetap bertahan di kiosnya hingga proyek pembangunan Depo BRT resmi dimulai.
"Sampai pembanguan dimulai saja mungkin," tambahnya.
Keresahan serupa juga dirasakan Nurjaman, pedagang batagor yang sudah 20 tahun menggantungkan hidup di Terminal Cicaheum. Menurutnya sebagai warga hanya bisa mengikuti kebijakan pemerintah terkait pengalihan fungsi terminal tersebut.
"Tahu, ya gimana lagi (sudah kebijakan pemerintah)," ujar Nurjaman.
Mengenai kelanjutan usahanya, Nurjaman mengaku belum memiliki tujuan pasti.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian, menjelaskan bahwa para pedagang memang masih diizinkan beraktivitas di area terminal meskipun layanan angkutan telah dialihkan sepenuhnya ke Terminal Leuwipanjang.
"Pedagang masih boleh jualan karena belum diberi kompensasi," ujarnya.
Rasdian menambahkan bahwa urusan kompensasi merupakan tanggung jawab Pemkot Bandung dan saat ini masih dalam tahap pengkajian mendalam.
"Pembahasannya masih ada yang perlu diselesaikan dulu, ada yang dihitung oleh konsultan, draf sudah dibuat," katanya.
Baca berita lengkapnya di sini.