Kios Daging Sapi Masih Banyak Tutup, Pedagang Jual Rp130 Ribu per Kg
Sejumlah kios daging sapi di Pasar Minggu dan Pasar Lenteng Agung, Jakarta Selatan, masih tutup pada Jumat (23/1) imbas tingginya harga daging sapi hidup di feedlot. Pedagang mengaku masih harus menjual daging sapi di harga tinggi.
Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, hampir seluruh kios daging di kedua pasar tersebut kosong.
Untuk Pasar Minggu, hanya satu kios daging yang terlihat beroperasi. Sementara di Pasar Lenteng Agung, tidak ada satupun kios daging yang buka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu pedagang daging di Pasar Minggu, Oman, mengatakan harga daging sapi saat ini masih tinggi sehingga menyulitkan pedagang dan menekan daya beli konsumen.
"Harganya sekarang saya jual Rp130 ribu per kilogram. Harusnya bisa di Rp140 ribu kalau ikut harga dari jagal. Tapi konsumennya enggak kuat, makanya kemarin pada mogok jualan," kata Oman kepada CNNIndonesia.com saat ditemui di wilayah Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (23/1).
Ia mengakui, meski tetap berjualan, jumlah pembeli mengalami penurunan. "Menurun lah," ujarnya singkat.
Oman menjelaskan, sebagian besar kios di belakang lapaknya masih tutup karena informasi berakhirnya mogok jualan dari Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) baru diterima pedagang pada Kamis (22/1) sore.
"Informasinya kesorean. Banyak yang sudah pulang kampung, jadi enggak bisa mendadak jualan hari ini. Kebetulan saya enggak pulang, jadi jualan aja," katanya.
Meski mogok telah berakhir, Oman mengaku masih mempertahankan harga lama Rp130 ribu per kilogram. Ia menilai jika harga dinaikkan menjadi Rp140 ribu per kg, konsumen akan semakin berkurang.
"Kalau maksain Rp140 ribu, enggak bakal ada konsumen. Daging kan barang rentan, enggak bisa ditahan," ujarnya.
Terkait klaim penurunan harga sapi hidup menjadi Rp55 ribu per kilogram, Oman menegaskan angka tersebut bukan harga daging. Menurutnya, harga itu merujuk pada sapi hidup di tingkat feedlot.
"Rp55 ribu itu sapi hidup. Setelah dipotong, jadi karkas, dihitung modalnya tetap jatuh di Rp130 ribu. Makanya pedagang berat," jelasnya.
Ia berharap pemerintah bisa menjaga harga daging sapi di kisaran Rp110 ribu per kilogram agar daya beli masyarakat kembali pulih, terutama menjelang Ramadan dan Lebaran.
"Kalau di atas Rp110 ribu, konsumen masih berat. Tukang bakso, warung nasi Padang itu banyak yang nggak kuat," kata Oman.
Ia menambahkan harga tinggi tersebut sudah terjadi sekitar dua bulan terakhir atau sejak sebelum tahun baru.
"Udah dua bulan. Iya, dari sebelum tahun baru," ucapnya.
Sebelumnya, pedagang daging sapi di Jabodetabek melakukan aksi mogok jualan sejak Kamis (22/1) hingga Sabtu (24/1) sebagai bentuk protes atas mahalnya harga sapi hidup di tingkat feedlot. Aksi ini menekan pasokan daging di sejumlah pasar tradisional.
Namun, pemerintah bersama asosiasi pedagang dan importir sapi telah menyepakati harga sapi hidup di tingkat feedlot sebesar Rp55 ribu per kilogram hingga Lebaran. Ketua APDI Wahyu Purnama memastikan pedagang kembali berjualan mulai Jumat (23/1).
Meski demikian, kondisi di lapangan menunjukkan aktivitas jual beli daging sapi di sejumlah pasar masih belum sepenuhnya pulih.
(lau/ins)
