Rupiah Bangkit ke Rp17.865 per Dolar AS Pagi Ini
Nilai tukar rupiah berada di level Rp17.865 per dolar AS pada perdagangan Senin (29/6) pagi. Mata uang Garuda menguat 57 poin atau 0,32 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
Penguatan rupiah sejalan dengan beberapa mata uang Asia, yang juga bergerak di zona hijau terhadap dolar AS. Ringgit Malaysia memimpin penguatan dengan naik 0,40 persen, disusul peso Filipina 0,06 persen.
Sementara itu, sejumlah mata uang Asia lainnya melemah terhadap dolar AS. Won Korea Selatan terkoreksi 0,49 persen, yuan China turun 0,07 persen, dolar Singapura melemah 0,06 persen, yen Jepang turun 0,02 persen, dan dolar Hong Kong terkoreksi 0,01 persen.
Pergerakan mata uang negara maju juga bervariasi. Dolar Kanada menguat 0,03 persen dan euro Eropa naik tipis 0,01 persen, sedangkan poundsterling Inggris stabil.
Di sisi lain, dolar Australia melemah 0,16 persen dan franc Swiss turun 0,02 persen terhadap dolar AS.
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah berpotensi melemah pada perdagangan hari ini di tengah kembali meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah.
"Rupiah berpotensi melemah terhadap dolar AS seiring kembali terjadinya eskalasi di Timur Tengah oleh saling serang antara Iran dan AS, memicu ketidakpastian pada prospek perdamaian di kawasan dan kenaikan harga minyak mentah dunia," ujarnya kepada CNNIndonesia.com.
Lukman memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp17.850 hingga Rp18.000 per dolar AS pada perdagangan hari ini.
(lau/pta)