Ganesha Operation E-Sport: The Champion Race 2026 Asah Mental Juara
Ganesha Operation melalui konsep Ganesha Operation E-Sport sukses menggelar The Champion Race 2026, ajang kompetisi e-sport pendidikan nasional tahunan yang dipuncaki pada Sabtu (27/6) di Auditorium Cornerstone, Kota Bandung.
Di akhir pertandingan, tiga siswa keluar sebagai The Champion, yakni Fakhri Abbad El Fathin (SDN Cibubur 04 Jakarta) untuk kategori SD, Azka Fakhry Susanto (SMPN 1 Kota Blitar) untuk kategori SMP, dan Human Rafif Purnomo (SMA Swasta Dr. Wahidin Sudirohusodo Medan) untuk kategori SMA.
Ketiganya merupakan bagian dari 18 finalis The Champion Race 2026, yang harus menjawab soal-soal di antara sorak-sorai pendukung dari tribun penonton. Hitungan waktu yang terus berjalan, dan nama-nama peserta yang naik turun di leaderboard yang terbuka, membuat suasana semakin tegang.
Berbeda dari ujian atau olimpiade pada umumnya, The Champion Race menempatkan para peserta dalam situasi bertanding secara real-time menggunakan aplikasi GO Expert. Setiap jawaban yang masuk langsung memengaruhi posisi peserta pada leaderboard di layar utama, dengan pertandingan disiarkan langsung melalui kanal YouTube resmi GO.
"Belajar itu bukan hanya di kelas, bukan hanya di buku, tetapi juga dalam setiap arena, termasuk di sini, dalam The Champion Race." ujar Direktur Utama Ganesha Operation, Bob Foster.
Untuk sampai ke babak Grand Final, peserta harus menyelesaikan minimal 6.000 soal di aplikasi GO Expert dengan tingkat ketepatan minimal 75 persen, meraih nilai 100 pada satu di antara ujian di sekolah, serta melewati 1 babak penyisihan dan 2 babak semifinal di cabang GO masing-masing.
Salah seorang finalis kategori SMP, Puspa Aristadewi dari Bantul, Jawa Tengah, mengakui sengitnya kompetisi The Champion Race 2026.
"Di grand final, atmosfernya benar-benar menegangkan. Ada banyak sekali suporter yang menyaksikan dan itu pengalaman yang belum pernah aku rasakan sebelumnya, tampil di panggung seramai ini," ujar Puspa.
Kualitas kompetisi diperkuat dengan kehadiran dewan juri dari kalangan akademikus yang diketuai oleh Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran, Muchtaridi. Anggota dewan juri terdiri atas Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran, Nasrul Wathoni; Kepala Pusat Riset Bahasa, Sastra, dan Komunitas BRIN, Ade Mulyanah; Dosen dan Peneliti STEI, Institut Teknologi Bandung (ITB), Kevin Marojahan Banjar Nahor; serta Dosen Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Mochamad Whilky Rizkyanfi.
Adapun babak ini turut dihadiri Kepala Bidang Pembinaan PKLK Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Firman Oktora, serta Kepala Sekolah SMA Negeri 8 Jakarta, Ubaidillah.
Di tahun ketiga penyelenggaraan ini, juara pertama The Champion Race 2026 kategori SMA mendapat hadiah motor dan tabungan pendidikan. Sementara untuk kategori SMP dan SD, juara pertama mendapat hadiah laptop dan tabungan pendidikan.
Dengan konsep perpaduan teknologi, kompetisi akademik, dan atmosfer pertandingan, Ganesha Operation E-Sport menegaskan diri sebagai pendekatan baru dalam dunia pendidikan Indonesia, bahwa belajar yang serius tidak selalu berat dijalani, dan tak harus kehilangan kesenangan di dalam kompetisi yang intens.
(rea/rir)