Tarif Listrik Singapura Melonjak 17 Persen Imbas Konflik Timur Tengah

CNN Indonesia
Selasa, 30 Jun 2026 21:25 WIB
Tarif listrik di Singapura naik 17 persen mulai Juli hingga September 2026. Kenaikan juga terjadi pada tarif jaringan gas kota sebesar 7,1 persen. (AFP/ROSLAN RAHMAN).
Jakarta, CNN Indonesia --

Tarif listrik di Singapura naik 17 persen mulai Juli hingga September 2026. Kenaikan juga terjadi pada tarif jaringan gas kota sebesar 7,1 persen.

Otoritas Pasar Energi (EMA) Singapura menyatakan kenaikan harga tersebut seiring meningkatnya harga gas alam di tengah konflik di Timur Tengah yang masih berlangsung.

Tercatat, harga gas alam meningkat tajam sejak akhir Februari, dan tetap tinggi dari April hingga Juni, yang menyebabkan biaya produksi listrik dan gas kota menanjak.

Hari ini, Selasa (30/6), perusahaan listrik SP Group pun mengumumkan harga listrik rumah tangga pada kuartal III 2026 akan naik sebesar 4,64 sen per kilowatt-jam (kWh) dari kuartal sebelumnya, menjadi 31,91 sen per kWh, sebelum pajak barang dan jasa (PPN).

Adapun tarif listrik secara keseluruhan pada Juli-September, termasuk untuk non-rumah tangga, akan meningkat rata-rata 17,5 persen atau 4,66 sen per kWh, dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

Dalam pernyataan terpisah, penyedia gas kota City Energy mengatakan tarif gas untuk rumah tangga akan meningkat sebesar 1,56 sen per kWh dari kuartal sebelumnya, menjadi 23,48 sen per kWh, sebelum PPN.

David Broadstock, mitra perusahaan konsultan energi The Lantau Group, mengatakan kepada The Straits Times bahwa kenaikan tarif listrik sudah diprediksi kendati lebih tinggi dari yang diperkirakan.

Namun, ia mengatakan tarif baru tersebut masuk akal karena cara perhitungan komponen biaya energi, yang merupakan bagian terbesar dari tarif tersebut.

"Saya tidak terkejut bahwa kita melihat kenaikan besar kali ini. Ini konsisten dengan semua yang telah diperingatkan oleh Pemerintah," ujar Broadstock seperti dilansir The Strait Times, Selasa (30/6),

Broadstock menambahkan pasar energi global terus menghadapi ketidakpastian di tengah negosiasi perdamaian antara AS dan Iran.

SP Group dan City Energy sendiri mengevaluasi tarif listrik dan gas setiap kuartal berdasarkan pedoman yang ditetapkan oleh regulator EMA.

Tarif listrik dan gas dapat berfluktuasi dari kuartal ke kuartal karena harga bahan bakar global yang bergejolak yang didorong oleh faktor geopolitik. Adapun tarif ditentukan berdasarkan harga gas dalam 2½ bulan pertama kuartal sebelumnya.

(sfr/pta)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK