BUMN di Ekosistem Danantara Rampungkan Laporan Keuangan 2025
Danantara Indonesia menyampaikan bahwa seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam ekosistemnya telah menyelesaikan penyusunan Laporan Keuangan Tahun Buku 2025.
Danantara juga turut menyampaikan sejumlah sorotan atas capaian kinerja BUMN sepanjang 2025. Di mana laporan tersebut mencerminkan ketahanan, transformasi dan kontribusi BUMN di berbagai sektor strategis terhadap perekonomian nasional.
Badan Pengelola Investasi (BPI) tersebut juga melampirkan beberapa contoh kinerja BUMN yang menunjukkan pertumbuhan positif sepanjang periode April 2025 hingga April 2026.
Pemilihan itu tidak dimaksudkan sebagai daftar yang bersifat menyeluruh, melainkan sebagai sorotan atas sejumlah BUMN dengan peningkatan kinerja yang menonjol sejak berada dalam ekosistem pengelolaan Danantara Indonesia.
Di luar entitas yang ditampilkan, masih terdapat berbagai BUMN lain yang juga mencatatkan perkembangan kinerja positif dan terus menjadi bagian dari agenda transformasi berkelanjutan Danantara Indonesia.
Berikut beberapa kinerja BUMN periode April 2025 - April 2026
- Pertamina membukukan kenaikan laba 80 persen atau sekitar Rp11 triliun menjadi Rp24,9 triliun.
- Pupuk Indonesia laba naik 202 persen atau sebanyak Rp3,2 triliun menjadi Rp4,8 triliun.
- Pelindo membukukan laba naik 169 persen, yakni sekitar Rp900 miliar menjadi Rp1,5 triliun.
- InJourney mencatatkan kenaikan laba 33 persen atau sebanyak Rp74 miliar menjadi Rp300 miliar.
- BRI membukukan laba naik 15 persen atau setara Rp2,8 triliun ke level Rp 21,2 triliun.
- Bank Mandiri membukukan kenaikan laba 13 persen setara Rp2,5 triliun menjadi Rp21,3 triliun.
- BNI mencatatkan laba naik 6 persen atau sekitar Rp381 miliar ke level Rp7,2 triliun.
- ADHI Karya membukukan laba naik 667 persen setara Rp60 miliar menjadi Rp69 miliar.
- Krakatau Steel berhasil membalik kinerja keuangan dari rugi Rp981 miliar menjadi untung, dengan laba Rp635 miliar. Hal ini berkat restrukturisasi dan capital support Danantara Asset Management (DAM).
- Kimia Farma juga berhasil membukukan laba per April 2026 menjadi Rp108 miliar dari posisi rugi Rp160 miliar periode yang sama tahun lalu. Laba diperoleh pasca restrukturisasi dan capital support DAM.
- Semen Indonesia membalik rugi Rp66 miliar menjadi laba Rp 106 miliar berkat transformasi bisnis oleh DAM.
Selain mencatat peningkatan kinerja BUMN, Danantara Indonesia juga mulai merealisasikan mandat investasinya melalui sejumlah investasi strategis yang didanai dari dividen BUMN pada 2025.
Sebagian dividen tersebut dialokasikan untuk mendukung proyek-proyek yang memiliki nilai strategis bagi pembangunan nasional dan diharapkan mampu menciptakan manfaat ekonomi jangka panjang.
Adapun beberapa investasi strategis yang telah dijalankan antara lain pengembangan ekosistem Haji dan Umrah Indonesia di Makkah untuk meningkatkan kualitas layanan bagi jemaah Indonesia, sekaligus memperkuat posisi Indonesia.
dalam ekosistem haji global, serta proyek Waste-to-Energy (WTE) yang mendukung pengelolaan sampah secara berkelanjutan, meningkatkan ketahanan energi, dan mendorong transisi menuju ekonomi hijau.
Seluruh investasi tersebut dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip tata kelola yang baik, disiplin investasi, pengelolaan risiko yang prudent, serta orientasi pada penciptaan nilai jangka panjang bagi negara dan masyarakat.
Sementara itu, Laporan Keuangan Konsolidasian 2025 Danantara Indonesia masih berada dalam proses penyelesaian sesuai tahapan audit yang berlaku dan akan disampaikan setelah seluruh proses audit selesai sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan.
(ins)