Banjir Likuiditas Akhir Tahun, Himbara Bakal Kantongi Dana SAL Rp381 T

CNN Indonesia
Selasa, 30 Jun 2026 17:25 WIB
Nilai tukar rupiah jebol level psikologis Rp 18.049 per dolar AS pada Kamis (4/6) pagi setelah melemah ke posisi Rp17.966 per dolar AS pada hari sebelumnya. (CNNIndonesia/Adi ibrahim)
Para petinggi bank pelat merah menilai kebijakan tersebut akan memperkuat likuiditas perbankan sekaligus memperluas ruang penyaluran kredit. (FOTO:CNNIndonesia/Adi ibrahim).
Jakarta, CNN Indonesia --

Himpunan Bank Negara (Himbara) menyambut baik keputusan pemerintah melalui Kementerian Keuangan yang kembali menempatkan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) di bank-bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebesar Rp381 triliun.

Para petinggi bank pelat merah menilai kebijakan tersebut akan memperkuat likuiditas perbankan sekaligus memperluas ruang penyaluran kredit untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Direktur Utama Bank Mandiri Riduan menyampaikan penempatan dana SAL menunjukkan sinergi yang baik antara pemerintah dan perbankan dalam memperkuat ketahanan sektor keuangan serta menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami berterima kasih atas kepercayaan Kementerian Keuangan yang menempatkan dana SAL di Bank Mandiri," ujar Riduan dalam keterangan tertulis, Sabtu (27/6).

"Dana SAL menjadi bagian dari ekosistem penggerak ekonomi negeri yang kontribusinya dirasakan secara langsung dalam mendukung pertumbuhan kredit dan kebutuhan masyarakat," lanjutnya.

Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini menilai kehadiran dana SAL memberikan dampak positif yang terukur pada struktur pendanaan, termasuk efisiensi biaya dana yang secara langsung memperluas ruang penyaluran kredit.

[Gambas:Youtube]

Adapun fokus Bank Mandiri ke depan tetap pada pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang solid. Dari sisi penyaluran kredit, Bank Mandiri memproyeksikan pertumbuhan yang sejalan dengan laju industri hingga akhir tahun.

"Sebagai mitra strategis pemerintah dan penggerak ekonomi kerakyatan, penyaluran kredit Bank Mandiri difokuskan pada segmen UMKM yang memiliki peran besar dalam mendorong perekonomian nasional," ujar Novita.

Senada, Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Hery Gunardi mengapresiasi penempatan dana SAL yang dinilai menjadi langkah strategis menjaga likuiditas perbankan dan memastikan fungsi intermediasi tetap berjalan optimal.

"Kami menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan pemerintah kepada BRI melalui penempatan dana SAL," kata Hery dalam keterangan tertulis.

Ia mengatakan tambahan likuiditas tersebut akan dimanfaatkan secara optimal dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang baik.

Penyaluran pembiayaan akan diarahkan secara selektif ke sektor-sektor produktif, terutama UMKM, dengan mempertimbangkan kualitas kredit dan kebutuhan pembiayaan di perekonomian.

"Kami akan memastikan setiap penyaluran pembiayaan dilakukan secara terukur agar memberikan dampak nyata bagi perekonomian. Fokus BRI ialah pada sektor-sektor produktif yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat daya saing ekonomi nasional," ujar Hery.

Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) Anggoro Eko Cahyo juga menyampaikan apresiasi atas kebijakan pemerintah ini.

Menurut dia, penempatan SAL akan memperkuat likuiditas perbankan, sehingga kapasitas pembiayaan ke sektor produktif dapat meningkat.

Ia mengatakan stabilitas ekonomi membutuhkan sinergi antara pemerintah dan industri perbankan dalam menjaga likuiditas, memperkuat kepercayaan pasar, dan memastikan aliran dana tetap mendukung aktivitas ekonomi.

"Kami mengapresiasi kepercayaan Pemerintah kepada BSI. Amanah ini kami optimalkan untuk memperkuat pembiayaan produktif sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan pelaku usaha," ujar Anggoro dalam keterangan tertulis.

Add as a preferred
source on Google
Banjir Likuiditas Akhir Tahun, Himbara Bakal Kantongi Dana SAL Rp381 T BACA HALAMAN BERIKUTNYA

HALAMAN:
1 2