Amran Tegaskan Lahan Cetak Sawah Papua Tetap Milik Rakyat

CNN Indonesia
Sabtu, 04 Jul 2026 13:45 WIB
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam acara Tanam Padi Bersama di Lahan Cetak Sawah Rakyat di Merauke, Papua Selatan, Sabtu (4/7). Foto: CNN Indonesia/Dela Naufalia
Merauke, CNN Indonesia --

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan seluruh lahan yang dibuka melalui program cetak sawah di Papua, termasuk di Kabupaten Merauke, Papua Selatan akan tetap menjadi milik masyarakat.

Penegasan itu disampaikan di tengah pelaksanaan program perluasan lahan pertanian yang ditargetkan menjadikan Merauke sebagai salah satu sentra produksi pangan nasional.

"Ini bantuan turun ini (para petani yang) minta ya, ini tidak rekayasa. Seluruh saudaraku, seluruh sebangsa setanah air, rakyat kita, saudara kita di Papua Selatan ini yang meminta untuk bantuan cetak sawah," kata Amran dalam acara Tanam Padi Bersama di Lahan Cetak Sawah Rakyat di Merauke, Papua Selatan, Sabtu (4/7).

"Bukan program dipaksakan. Kenapa? Empowering. Kita berdayakan. Itu milik rakyat semua yang dicetak ini, milik Bapak (petani) semua," sambungnya.

Amran menegaskan pemerintah tidak memiliki lahan hasil program cetak sawah tersebut. Menurutnya, program itu bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani melalui perluasan lahan dan dukungan alat mesin pertanian.

"Tidak ada punya pemerintah, kita ingin masyarakat tani sejahtera seluruh Indonesia," ujarnya.

Ia mengatakan program cetak sawah yang dijalankan atas arahan Presiden Prabowo Subianto mulai menunjukkan hasil di lapangan.

Berdasarkan data yang disampaikan pemerintah daerah dan telah diverifikasi Kementerian Pertanian, pendapatan petani di kawasan tersebut disebut meningkat hingga 300 persen.

"Alhamdulillah program Bapak Presiden (Prabowo) yang diperintahkan kami adalah cetak sawah, itu milik rakyat. Kemudian dengan alat mesin pertanian membuahkan hasil. Tadi Pak Bupati menyampaikan dalam pidatonya dan kami mengecek data, meningkat pendapatannya 300 persen," kata Amran.

Amran juga menyebut masyarakat di Merauke kini kembali mengusulkan penambahan areal cetak sawah setelah melihat hasil program tersebut. Salah satunya datang dari warga Kampung Urumb, Semangga yang meminta pembukaan sekitar 2.000 hektare lahan baru.

"Tolong saudaraku, sahabatku, jangan diatasnamakan masyarakat di sini bahwa tidak setuju dengan kegiatan cetak sawah. Karena ternyata begitu kami hadir, itu membuahkan hasil, pendapatannya naik 300 persen dan malah bahkan meminta lagi cetak sawah," ujarnya.

Ia kembali menegaskan seluruh lahan hasil cetak sawah di Merauke maupun wilayah Papua lainnya akan tetap menjadi hak masyarakat setempat.

"Semua lahan dicetak adalah milik rakyat, milik masyarakat putra daerah di Merauke, Papua Selatan ini. Begitu pula daerah Papua lainnya, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Tengah juga meminta cetak sawah. Itu milik rakyat semua," tegasnya.

Sementara itu, Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze mengatakan daerahnya memiliki potensi lahan pertanian yang sangat besar. Dari total sekitar 4,6 juta hektare wilayah Merauke, sekitar 1,2 juta hektare disiapkan untuk dikembangkan menjadi kawasan pertanian produktif.

Menurut Yoseph, program cetak sawah rakyat yang dimulai tahun lalu telah mencakup sekitar 17 ribu hektare. Sebanyak 3.000 hektare di antaranya telah ditanami, sementara perluasan tanam akan terus dilakukan pada tahun ini.

Ia menambahkan terdapat 12 distrik di Merauke yang kini menjalankan program cetak sawah rakyat dan optimalisasi lahan. Dengan pengembangan tersebut, pemerintah daerah menargetkan produksi padi di Merauke dapat melonjak hingga 300 persen.

"Kalau kita kalkulasi, maka produksi pertanian kita di Kabupaten Merauke akan meningkat, bukan hanya 100 persen, tetapi hingga 300 persen," kata Yoseph.

(del/sur)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK