Merauke Jadi Lumbung Pangan, Amran Bidik Nilai Produksi Rp13 Triliun

CNN Indonesia
Sabtu, 04 Jul 2026 17:10 WIB
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebut kawasan pertanian di Merauke, Papua Selatan, berpotensi menghasilkan nilai produksi hingga sekitar Rp13 triliun per tahun. (CNN Indonesia/Dela Naufalia)
Merauke, CNN Indonesia --

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebut kawasan pertanian di Merauke, Papua Selatan, berpotensi menghasilkan nilai produksi hingga sekitar Rp13 triliun per tahun.

Pemerintah menargetkan Merauke menjadi salah satu lumbung pangan di kawasan timur Indonesia melalui program cetak sawah, modernisasi pertanian, dan peningkatan produktivitas.

"Sekarang penghasilannya kurang lebih Rp1,3 triliun (per bulan). Kalau ini dijaga dengan baik saya hitung bisa Rp13 triliun nanti pendapatannya (setahun). Tapi syaratnya tiga kali tanam, kemudian produksinya 7 ton," kata Amran dalam acara Tanam Padi Bersama di Lahan Cetak Sawah Rakuat di Merauke, Papua Selatan, Sabtu (4/7).

Data Kementan menunjukkan nilai produksi pertanian Merauke terus meningkat seiring perluasan lahan dan optimalisasi pertanian. Pada 2023 nilainya tercatat sekitar Rp523 miliar, kemudian naik menjadi Rp746 miliar pada 2024 dan mencapai sekitar Rp1,35 triliun pada 2025.

Dalam periode yang sama, luas panen meningkat dari 44.808 hektare menjadi 79.428 hektare, sedangkan produksi gabah kering panen (GKP) naik dari 222.579 ton menjadi 439.412 ton.

Amran mengatakan target nilai produksi hingga Rp13 triliun itu dapat dicapai apabila pengembangan kawasan pertanian seluas sekitar 100 ribu hektare berhasil disertai peningkatan indeks pertanaman menjadi tiga kali dalam setahun dan produktivitas minimal 7 ton gabah per hektare.

Menurutnya, dengan metode budidaya terbaru yakni Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM AAS), produktivitas bahkan sudah berpotensi mencapai 10 ton per hektare di sejumlah lokasi.

Ia mengatakan pemerintah akan terus mengawal pengembangan kawasan tersebut melalui dukungan teknologi, alat dan mesin pertanian, serta pembangunan infrastruktur pascapanen.

"Tolong kawal ini 100 ribu hektare, ditanami dengan baik. Dan prioritaskan saudara-saudara kita yang tinggal di sini. Ini saya ulangi lagi, 100 ribu (hektare sawah) ini milik bapak-ibu (rakyat). Traktor ini milik bapak-ibu. Semua alat yang kami kirim milik bapak-ibu. Tidak ada di sini milik BUMN kecuali gudangnya yang kita siapkan," ujarnya.

Amran menambahkan pemerintah juga akan membangun dryer (pengering gabah) dan gudang penyimpanan di Merauke tahun ini agar hasil panen petani dapat terserap dengan lebih baik.

Selain itu, ia mengatakan program cetak sawah dan modernisasi pertanian mulai meningkatkan kesejahteraan petani. Berdasarkan data yang telah diverifikasi Kementan, pendapatan petani di sejumlah lokasi meningkat sekitar 30 persen pada 2023-2024 dan kembali naik 40 persen pada 2024-2025, sehingga secara kumulatif mencapai sekitar 80 persen dalam dua tahun terakhir.

"Tadi Pak Bupati menyampaikan dalam pidatonya dan kami mengecek data, meningkat pendapatannya 300 persen. Inilah tujuan kita," kata Amran.

Ia mengatakan peningkatan produktivitas diharapkan terus mendorong kesejahteraan petani. Bahkan, menurutnya, petani yang telah menerapkan mekanisasi dan pola tanam modern berpeluang memperoleh pendapatan sekitar Rp27 juta per bulan.

"Setelah dia sudah ketagihan dapat Rp27 juta per bulan, saya yakin disuruh tidak disuruh tanam sendiri. Baru kita bergeser lagi tempat lain. Tapi 100 ribu hektare ini harus dikawal," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze mengatakan daerahnya memiliki potensi pengembangan pertanian yang sangat besar. Dari total wilayah sekitar 4,6 juta hektare, sekitar 1,2 juta hektare disiapkan menjadi kawasan pertanian produktif.

Menurut Yoseph, program cetak sawah rakyat dan optimalisasi lahan telah berjalan di 12 distrik. Program tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan produksi padi hingga 300 persen sekaligus memperkuat posisi Merauke sebagai lumbung pangan di kawasan timur Indonesia.

(fra/del/fra)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK