Alasan Tokopedia PHK Massal Karyawan
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengungkapkan alasan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal karyawan PT Tokopedia.
Tokopedia merupakan entitas usaha yang dimiliki minoritas sebesar 25 persen.
Direktur PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), Simon Tak Leung Ho, mengungkapkan kebijakan tersebut merupakan bagian dari rencana penyesuaian organisasi yang dilakukan manajemen Tokopedia setelah TikTok menjadi pemegang saham mayoritas.
PHK disebut-sebut dilakukan terhadap 90 persen karyawan.
"Perseroan sebagai pemegang saham sebesar 24,99% di PT Tokopedia, menghormati setiap langkah-langkah yang diambil atau akan diambil oleh manajemen PT Tokopedia sehubungan dengan rencana penyesuaian organisasi," ujar Direktur GOTO, Simon Tak Leung Ho seperti dikutip dari detik, Minggu (5/7).
GoTo saat ini hanya memegang saham minoritas sebesar 24,99% di PT Tokopedia. Posisi ini menjadikan GoTo sebagai pemegang saham non-pengendali setelah mereka mendivestasikan kepemilikannya pasca integrasi bisnis Tokopedia dengan TikTok Shop.
Dengan begitu, keputusan PHK karyawan Tokopedia masih sepenuhnya dilakukan oleh manajemen e-commerce market place tersebut.
TikTok juga menjelaskan pihaknya tengah melakukan penyesuaian organisasi riset dan pengembangan untuk mendorong pertumbuhan dan keberlanjutan bisnis perusahaan.
"Kami tengah menyelaraskan organisasi riset dan pengembangan pada ranah yang dapat mendorong pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan bagi bisnis kami, komunitas kreator, dan penjual di platform kami," kata Juru Bicara TikTok.
Sementara itu, GoTo meyakini PHK tak akan berdampak besar terhadap perseroan. Menurut GoTo, dampak PHK hanya bersifat terbatas pada akun laba/rugi bersih di entitas asosiasi dan ventura bersama.
Hal itu dibenarkan Tokopedia yang menegaskan PHK tak memiliki dampak terhadap laba/rugi perusahaan. PHK juga tak berdampak pada biaya layanan e-commerce yang diterima Perseroan dari Tokopedia.
"Terkait dengan aspek non-keuangan, Perseroan juga tidak memperkirakan adanya dampak material sehubungan dengan berita yang beredar tersebut," kata Simon.
Kabar PHK Tokopedia sebelumnya diunggah akun Instagram @ecommurz. Unggahan itu menyebut ByteDance, induk usaha TikTok, melakukan PHK di Tokopedia dan hanya akan menyisakan sekitar 10 persen karyawan di awal Juli 2026 ini.
(van/mik)