Laba Bersih Konsolidasi BTN Tembus Rp1,85 T per Mei 2026

CNN Indonesia
Rabu, 08 Jul 2026 14:33 WIB
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Nixon LP Napitupulu saat menyampaikan pemaparan dalam Jogja Financial Festival 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, DIY, Sabtu (23/5/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Transformasi bisnis secara konsisten serta penguatan sinergi mendorong konsolidasi BTN tumbuh berkelanjutan per Mei 2026. (FOTO:CNBC Indonesia/Faisal Rahman).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) membukukan kinerja keuangan positif, lewat pertumbuhan laba bersih konsolidasi yang tembus Rp1,85 triliun per Mei 2026. Angka tersebut naik lebih dari 50 persen.

Hal itu sekaligus mencerminkan kondisi fundamental bisnis solid di tengah dinamika ekonomi global dan industri perbankan nasional.

Berdasarkan laporan keuangan bulanan konsolidasi hingga Mei 2026, BTN membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp1,85 triliun atau meningkat 54,37 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,19 triliun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) tercatat sebesar Rp7,13 triliun atau tumbuh 15,15 persen yoy dibandingkan Rp6,19 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Ekspansi bisnis Perseroan juga terjaga dengan kualitas yang baik. Hingga Mei 2026, total kredit dan pembiayaan konsolidasi mencapai Rp403,06 triliun atau meningkat 9,97 persen yoy dibandingkan Mei 2025 sebesar Rp366,52 triliun. Dana pihak ketiga (DPK) konsolidasi tercatat sebesar Rp433,95 triliun atau tumbuh 9,09 persen yoy dibandingkan Rp397,78 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Transformasi bisnis secara konsisten serta penguatan sinergi dalam ekosistem Danantara Indonesia mendorong kinerja konsolidasi BTN tumbuh berkelanjutan sekaligus melampaui rata-rata industri perbankan nasional hingga Mei 2026.

[Gambas:Youtube]

Integrasi BTN ke dalam ekosistem Danantara Indonesia menjadi katalisator utama dalam akselerasi transformasi Perseroan. Melalui Danantara, BTN mendapatkan akses pada penguatan sinergi lintas sektor yang lebih luas, efisiensi operasional melalui berbagi sumber daya (shared services), serta optimalisasi modal untuk mendukung ekspansi bisnis yang lebih masif.

Danantara berperan penting dalam memberikan arahan strategis agar BTN mampu bertransformasi menjadi bank modern yang lebih lincah, dengan memperkuat struktur permodalan serta menyelaraskan kebijakan bisnis dengan agenda pembangunan nasional yang lebih terintegrasi. Sinergi ini memastikan BTN memiliki daya saing yang lebih kuat dalam menghadapi persaingan global serta kemampuan eksekusi yang lebih cepat dalam menciptakan nilai tambah bagi seluruh ekosistem perbankan.

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, mengatakan pencapaian tersebut menunjukkan transformasi Perseroan mampu memperkuat fundamental bisnis sekaligus menjaga momentum pertumbuhan di tengah tantangan industri perbankan.

"Transformasi yang kami jalankan mulai memberikan hasil nyata, terutama dengan dukungan penuh dari ekosistem Danantara. Kami terus meningkatkan produktivitas, memperkuat efisiensi operasional, mempercepat digitalisasi layanan, serta mengembangkan bisnis beyond mortgage agar BTN mampu tumbuh secara berkelanjutan dan memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat maupun seluruh pemangku kepentingan," ujar Nixon di Jakarta, Rabu (8/7).

BTN juga mencatatkan peningkatan profitabilitas operasional yang kuat. Hingga Mei 2026, laba operasional konsolidasi mencapai Rp2,39 triliun atau meningkat 58,37 persen yoy dibandingkan Mei 2025 sebesar Rp1,51 triliun. Sementara itu, pre provision operating profit (PPOP) BTN Group mencapai Rp3,98 triliun atau tumbuh 20,07 persen yoy dibandingkan Rp3,31 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Kinerja tersebut melampaui rata-rata industri perbankan nasional. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), laba bersih bank umum nasional hingga Mei 2026 tumbuh 4,96 persen yoy, sedangkan laba bersih konsolidasi BTN meningkat 54,37 persen yoy. Pertumbuhan kredit BTN sebesar 9,97 persen yoy juga berada di atas pertumbuhan kredit industri yang mencapai 8,62 persen yoy, sementara pertumbuhan DPK BTN sebesar 9,09persen yoy melampaui rata-rata industri sebesar 4,29 persen yoy.

Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, BTN terus mempercepat transformasi bisnis melalui penyederhanaan proses bisnis, penguatan tata kelola, modernisasi infrastruktur teknologi informasi, percepatan digitalisasi layanan, serta optimalisasi sinergi dalam ekosistem Danantara Indonesia. Berbagai langkah tersebut diarahkan untuk menciptakan organisasi yang semakin produktif, adaptif, dan mampu menghasilkan pertumbuhan yang berkelanjutan.

Menurut Nixon, transformasi BTN sebagai bank beyond mortgage menjadi langkah strategis Perseroan untuk memperluas sumber pertumbuhan sekaligus menghadirkan layanan keuangan yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat.

"BTN tidak lagi hanya berfokus pada pembiayaan rumah. Kami terus memperluas peran sebagai bank yang mendampingi kebutuhan finansial masyarakat di setiap tahap kehidupan, mulai dari mewujudkan kepemilikan rumah, mendukung berbagai kebutuhan gaya hidup, hingga mempersiapkan masa pensiun. Pada saat yang sama, kami juga membangun ekosistem perumahan yang terintegrasi untuk mempermudah transaksi di seluruh rantai nilai bisnis perumahan beserta sektor-sektor yang terkait di dalamnya. Dengan dukungan sinergi dalam ekosistem Danantara Indonesia, kami optimistis BTN akan terus tumbuh secara sehat, inklusif, dan berkelanjutan," kata Nixon.

(ins) Add as a preferred
source on Google