Rupiah Ambruk ke Level Rp18.014 per Dolar AS Sore Ini

CNN Indonesia
Rabu, 08 Jul 2026 16:12 WIB
Petugas melayani penukaran valuta asing di PT Valuta Artha Mas di Jakarta, Rabu, 17 April 2024. Nilai tukar rupiah tercatat melemah hingga menembus level Rp 16.245 per dollar AS setelah libur Lebaran 2024. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Nilai tukar rupiah melemah 0,19 persen ke di posisi Rp18.014 per dolar AS pada perdagangan Rabu (8/7) sore. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Nilai tukar rupiah ditutup di posisi Rp18.014 per dolar AS pada perdagangan Rabu (8/7) sore. Mata uang Garuda melemah 34 poin atau 0,19 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.

Pergerakan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang Asia yang juga tertekan terhadap dolar AS.

Yuan China turun 0,06 persen, peso Filipina melemah 0,11 persen, ringgit Malaysia terkoreksi 0,09 persen, dolar Singapura melemah 0,06 persen, dan yen Jepang turun 0,19 persen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di sisi lain, sejumlah mata uang kawasan berhasil menguat. Won Korea Selatan terapresiasi 0,42 persen dan dolar Hong Kong naik tipis 0,01 persen.

Pergerakan mata uang negara maju terpantau bervariasi. Euro menguat 0,02 persen, dolar Kanada naik 0,27 persen, dan franc Swiss bertambah 0,11 persen. Sebaliknya, poundsterling Inggris melemah 0,07 persen dan dolar Australia terkoreksi 0,06 persen.

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan pelemahan rupiah kali ini lebih banyak dipengaruhi sentimen domestik.

"Rupiah ditutup melemah terhadap dolar AS terutama dipengaruhi tekanan dari dalam negeri. Rupiah tertekan oleh hasil survei yang menunjukkan penurunan cukup besar pada kepercayaan konsumen Indonesia pada Juni," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.

Menurutnya, sentimen negatif juga datang dari pasar keuangan setelah muncul kabar mengenai potensi penurunan klasifikasi pasar ekuitas Indonesia.

"Berita mengenai potensi downgrade klasifikasi pasar ekuitas Indonesia menjadi frontier market oleh S&P DJI juga menekan rupiah. Sentimen risk-off di Asia akibat eskalasi geopolitik di Timur Tengah ikut memberikan tekanan tambahan," katanya.

[Gambas:Youtube]

(lau/sfr) Add as a preferred
source on Google