Bos Agrinas Buka Suara soal Keluhan Gaji Pengelola Kopdes Merah Putih

CNN Indonesia
Jumat, 10 Jul 2026 12:31 WIB
Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota menyatakan hingga saat ini belum ada keputusan untuk menunda impor 105 ribu mobil pikap dari India untuk kebutuhan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP)
Dirut Agrinas Joao buka suara soal keluhan pengelola Kopdes Merah Putih terkait gaji tak sesuai perjanjian hingga berujung penutupan gerai. (Foto: CNN Indonesia/ Laurent Nabila)
Jakarta, CNN Indonesia --

Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota buka suara menjawab keluhan pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih/KDKMP) soal gaji tak sesuai perjanjian hingga berujung penutupan gerai.

Permasalahan gaji mencuat usai 80 persen dari 85 gerai Kopdes Merah Putih di Bojonegoro, Jawa Timur, tutup serentak pada Jumat lalu (3/7).

Joao memastikan kesejahteraan para pengelola Kopdes merupakan prioritas perusaaan yang tidak bisa dikompromikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kesejahteraan dan hak personel Kopdes Merah Putih di 1061 gerai yang telah beroperasi di Jawa Tengah dan Jawa Timur adalah kami. Setiap tetes keringar dan dedikasi personel adalah roda penggerak KDKMP," kata Joao dalam akun Instagram pribadi @bung.joaomota, Kamis (9/7).

Ia mengatakan Agrinas tengah mengevaluasi menyeluruh sistem yang sudah berjalan. Sebagian masalah telah diselesaikan, dan proses perbaikan masih terus berlanjut.

"Sepekan terakhir kami terus mengecek total sistem yang berjalan. Kami berkomitmen setiap ketidaksesuaian data segera ditindaklanjuti dan diselesaikan secepatnya setelah verifikasi," imbuhnya.

[Gambas:Instagram]

Agrinas terus mengupayakan sistem terbaik untuk mengelola Kopdes yang sudah beroperasi. BUMN tersebut juga menyiapkan gerai yang selesai dibangun agar segera beroperasi dan melanjutkan pembangunan todal 80 ribu unit Kopdes di seluruh Indonesia.

"Membangun sesuatu yang besar untuk menyentuh setiap pelosok negeri tentu bukanlah perjalanan yang instan. Di balik berdirinya setiap gerai Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP), ada proses panjang, kerja keras, dan dedikasi yang luar biasa dari para personel kami di lapangan," ujar Joao.

Di Bojonegoro, Jawa Timur, gerai-gerai Kopdes sempat ditutup imbas permasalahan gaji. Para pengelola koperasi kecewa sistem pengelolaan dan pengupahan yang dijalankan Agrinas.

Pasalnya, gaji yang diterima tak sesuai yang dijanjikan. Akibatnya 80 persen dari 85 Kopdes yang sudah beroperasi pun ditutup serentak pada 3 Juli.

Kepala Desa Campurejo Edi Susanto menyebut berdasarkan laporan yang diterimanya, para pengelola Kopdes dijanjikan gaji sekitar Rp1,2 juta hingga Rp 1,4 juta per bulan. Namun, ternyata ada yang mendapatkan gaji hanya Rp76 ribu.

"Kemarin kami mendapat aduan dari pengelola KDKMP di desa kami bahwa mulai hari ini KDKMP Campurejo ditutup," ujar Edi, Jumat (3/7), dikutip detikJatim.

[Gambas:Youtube]

(pta/ins) Add as a preferred
source on Google